Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-356: NATO Sebut Serangan Baru Pasukan Putin Telah Dimulai
Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-356, Selasa (14/2/2023): NATO klaim pasukan militer Presiden Vladimir Putin telah memulai serangan baru.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-pada-Senin-9-Mei-2022.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin tampak belum berniat untuk mengakhiri invasinya di Ukraina.
DIlansir TribunGorontalo.com dari Reuters pada Selasa (14/2/2023) atau hari ke-356 perang, aliansi militer NATO bahkan menyebut bahwa Rusia telah memulai serangan barunya ke Ukraina, dan kini sedang berlangsung.
Kota Bakhmut di Provinsi Donetsk, Ukraina timur, dilanda tembakan artileri berat ketika Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mendukung laporan dari pejabat lokal bahwa serangan besar baru Rusia telah dimulai.
Ini terjadi beberapa hari sebelum peringatan pertama peranga antara Rusia dengan Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-355: Mantan PM Italia Salahkan Zelensky soal Invasi, Ada Apa?
Sebagaimana diketahui, Putin memulai invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.
Terbaru dikabarkan bahwa pejuang Ukraina yang telah bertahan selama berbulan-bulan, mempertahankan serangan darat baru di bawah tembakan hebat, kata pejabat militer Ukraina.
Selama beberapa hari terakhir, pasukan Ukraina memukul mundur serangan Rusia di satu pemukiman di wilayah Kharkiv.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-353: Biden Peringati 1 Tahun Invasi dengan Kunjungi Polandia
Serta sekitar lima pemukiman di wilayah Luhansk dan enam pemukiman di wilayah Donetsk, termasuk di wilayah Bakhmut, kata staf umum angkatan bersenjata Ukraina pada hari Selasa ini.
Posisi di Bakhmut telah dibentengi dan hanya orang-orang dengan peran militer yang diizinkan masuk.
Sedangkan setiap warga sipil yang masih ingin meninggalkan kota harus berani menghadapi tembakan yang datang, kata seorang wakil komandan batalion pada Senin (13/2/2023).
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-352: WHO Sebut Warga Ukraina Bisa Kena Gangguan Mental Parah
"Tidak ada satu meter persegi pun di Bakhmut yang aman atau tidak berada dalam jangkauan tembakan atau drone musuh," kata Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko kepada penyiar nasional Ukraina pada Senin malam.
Bakhmut sendiri adalah kota tujuan utama Putin, dan penguasaannya akan memberi Rusia pijakan baru di wilayah Donetsk serta kemenangan langka setelah berbulan-bulan mengalami kemunduran.
Donetsk dan Luhansk membentuk Donbas yang merupakan jantung industri Ukraina, dan kini sebagian wilayahnya ditempati oleh Rusia yang menginginkan kendali penuh atas daerah tersebut.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-351: Pemimpin Jerman dan Prancis Kompak Ingin Putin Kalah
"Kami melihat bagaimana mereka mengirim lebih banyak pasukan, lebih banyak senjata, lebih banyak kemampuan," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg kepada wartawan di Brussel, Belgia.
Stoltenberg juga menyebut bahwa itu adalah awal dari serangan baru.
Serangan Rusia di Bakhmut dipelopori oleh tentara bayaran dari kelompok Wagner, yang memperoleh keuntungan kecil namun tetap.
Pengeboman Rusia yang diperbarui membuat situasi di sana semakin parah.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-350: Moskow Sebut Peran NATO Bisa Picu Eskalasi Tak Terduga
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah bergerak maju beberapa kilometer di sepanjang garis depan, tanpa menyebutkan di mana.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berterima kasih kepada prajuritnya yang telah mencegah pasukan Rusia menguasai Kota Bakhmut.
"Terima kasih kepada setiap prajurit kami yang mencegah penjajah mengepung Bakhmut, dan yang memegang posisi kunci kami di garis depan," kata Zelensky dalam pidato malamnya.
Meski begitu, Reuters tidak dapat memverifikasi laporan medan perang secara independen.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-349: UE Undang Zelensky Hadir Langsung KTT Brussel Besok Lusa
NATO Bahas Bantuan Lebih Lanjut
Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya telah mencatat sebanyak 7.199 kematian warga sipil dan 11.756 korban terluka sejak invasi Rusia pada 24 Februari 2022, yang mana sebagian besar disebabkan oleh penembakan dan serangan rudal dan udara.
Namun, diyakini angka jatuhnya korban sebenarnya jauh lebih tinggi.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-348: Israel Sebut Putin Pernah Janji Tak akan Bunuh Zelensky
Para pemimpin Barat mengatakan itu tidak lebih dari perampasan tanah.
Dengan Ukraina sangat membutuhkan lebih banyak senjata, menteri pertahanan dari beberapa negara NATO yang bersekutu dengan Kyiv akan bertemu di Jerman pada hari Selasa.
Pertemuan NATO ini bertujuan untuk membahas kemungkinan bantuan militer lebih lanjut.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-346: Zelensky Bersumpah Tak Bakal Menyerah soal Kota Bakhmut
Menjelang pertemuan, jenderal tertinggi Ukraina dan komandan Angkatan Darat Amerika Serikat paling senior di Eropa membahas bantuan dan pelatihan militer dalam percakapan telepon.
Ukraina mengatakan membutuhkan jet tempur dan rudal jarak jauh.
Adapun Stoltenberg mengatakan dia berharap masalah pesawat akan dibahas, tetapi Ukraina membutuhkan dukungan di lapangan sekarang.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Leopard 2, Tank Tempur Buatan Jerman yang Bakal Dikirim Polandia ke Ukraina
Sumber NATO mengatakan akan meningkatkan target untuk pasokan amunisi karena Ukraina membakar peluru jauh lebih cepat daripada yang dapat diproduksi oleh negara-negara Barat.
Barat akan memberikan janji tambahan amunisi dan peralatan pertahanan udara untuk Ukraina pada hari Selasa, kata para pejabat kepada FT.
Sementara itu, pelatihan pasukan Ukraina untuk mengoperasikan Leopard 2 dan tank tempur modern lainnya yang akan meningkatkan pertahanan negara, sedang berlangsung di beberapa negara Eropa, termasuk Polandia, Inggris, serta Jerman.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)