Doa Harian Gorontalo
10 Etika Berdoa Menurut Imam Al-Ghazali
Berdoa juga memiliki etika atau tata kesopanan. Berikut tata kesopanan atau etika berdoa menurut Imam Al Ghazali (1961, 394-414),
Berdoa Sungguh-sunguh dan Berulang Kali
Orang yang berdoa baiknya dia bersungguh-sunguh dan juga mengulangi doanya tiga kali.
Ibnu Mas'ud berkata, "Beliau (Nabi SAW) apabila berdoa maka beliau berdoa tiga kali, dan apabila beliau meminta maka beliau meminta tiga kali."
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Apabila kamu berdoa maka mohonlah kepada Allah banyak-banyak, karena sesungguhnya engkau berdoa kepada Dzat yang Maha Pemurah."
Baca juga: 4 Amalan Doa Rasulullah Sebelum Tidur yang Jarang Diketahui
Memulai Doa dengan Menyebut Allah, Shalawat, dan Diakhiri Hamdalah
Orang berdoa hendaknya ia memulai doa dengan menyebut nama Allah dan membaca shalawat.
Salmah bin Akwa' berkata, "Saya tidak mendengar Rasulullah SAW memulai doa kecuali beliau membukanya dengan ucapan: "Subhaana rabbiyal'aliyyil a'lalwahhab."
Artinya: "Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi dan paling tinggi yang Maha Memberi."
Memperbanyak Taubat dan Menghindarkan Kezaliman
Orang yang berdoa agar memperhatikan adab batin, dan itulah pokok dalam perkenan doa adalah taubat.
Allah SWT berfirman dalam surah At-Tahrim ayat 8:
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai."
Dari etika tersebut, jika dipenuhi maka doanya terkabul. Akan tetapi, yang paling utama dari orang berdoa adalah makan dari makanan halal, jauh dari perbuatan haram, serta mengerjakan hal-hal yang diwajibkan. Wallahualam bish-shawab. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berdoa3.jpg)