Doa Harian Gorontalo
10 Etika Berdoa Menurut Imam Al-Ghazali
Berdoa juga memiliki etika atau tata kesopanan. Berikut tata kesopanan atau etika berdoa menurut Imam Al Ghazali (1961, 394-414),
Berdoa Tidak Bersajak
Orang berdoa hendaknya ia tidak membebankan diri dengan bersajak.
Sesungguhnya keadaan orang yang berdoa itu keadaan orang merendahkan dirinya.
Nabi Nuhammad SAW bersabda, "Akan ada suatu kaum yang melampaui batas dalam berdoa."
Baca juga: 5 Doa Nabi Muhammad SAW Ini Sangat Mudah Dihafal
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al A'raf ayat 55:
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lebut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
Ada yang menafsirkan makna melampaui batas adalah membebankan diri untuk bersajak.
Beliau Nabi SAW bersabda, "Takutlah kamu terhadap sajak dalam berdoa. Cukuplah salah seorang dari padamu untuk mengucapkan: "Wahai Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu akan syurga, perkataan dan perbuatan yang mendekatkan kepadanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari neraka, perbuatan yang mendekatkan diri kepada-Nya."
Merendahkan Diri dan Khusyuk
Orang berdoa agar merendahkan diri, khusyuk, gemar dan takut. Allah SWT berfirman dalam surah Al Anbiya ayat 90:
"...Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas..."
Berkeyakinan Doanya Makbul
Orang berdoa hendaknya berkeyakinan bahwa doanya akan diperkenankan dan ia membenarkan harapannya.
Beliau Nabi SAW bersabda:
"Berdoalah kepada Allah dan kamu meyakini untuk diperkenankan. Dan ketahuilah bahwasanya Allah 'Azza Wa Jalla tidak memperkenankan doa orang yang lalai."
Baca juga: 8 Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berdoa3.jpg)