Kamis, 5 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-352: WHO Sebut Warga Ukraina Bisa Kena Gangguan Mental Parah

Update invasi hari ke-352, Jumat (10/2/2023): WHO menyebut bahwa warga Ukraina berisiko mengalami masalah kesehatan mental parah akibat perang Rusia.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-352: WHO Sebut Warga Ukraina Bisa Kena Gangguan Mental Parah
AFP via BBC
Warga Ukraina saat merayakan kedatangan militer Ukraina di Kota Kherson pada Jumat 11 November 2022. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-352 pada Jumat, 10 Februari 2023, WHO mencatat bahwa warga Ukraina dapat terkena gangguan mental parah akibat terbebani dampak invasi militer Rusia. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang Rusia yang telah berlangsung hampir satu tahun ini dikhawatirkan akan berdampak pasa kesehatan mental warga Ukraina.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Jumat (10/2/2023) atau hari ke-352 perang, seorang pejabat kesehatan menyebut bahwa sekitar satu dari empat warga Ukraina berisiko mengalami masalah kesehatan mental akut akibat terbebani invasi Rusia.

Michel Kazatchkine, Penasihat Khusus Kantor Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa, mengatakan perang juga bisa menekan sistem kesehatan di wilayah sekitarnya karena dampak ekonomi dari konflik tersebut membuat anggaran yang "terkendala".

Kazatchkine mencatat bahwa selama perjalanan baru-baru ini ke Kota Dnipro di Ukraina, dia menyaksikan sejumlah anggota militer menderita depresi dan kecemasan.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-351: Pemimpin Jerman dan Prancis Kompak Ingin Putin Kalah

“Kesehatan mental menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dominan di Ukraina,” kata Kazatchkine kepada wartawan di Jenewa.

“Perang dan konsekuensinya telah menyebabkan peningkatan penggunaan zat psikoaktif yang legal dan ilegal.” lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah merampungkan tur Eropa-nya dalam rangka mencari bantuan persenjataan tambahan dari Barat untuk menghadapi perang Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-350: Moskow Sebut Peran NATO Bisa Picu Eskalasi Tak Terduga

Tur dimulai pada Rabu (8/2/2023) dengan mengunjungi Inggris dan Prancis.

Kemudian, Zelensky menghadiri KTT Uni Eropa di Brussel, Belgia pada Kamis (9/2/2023).

Ini merupakan kali kedua Zelensky pergi keluar negeri sejak invasi Rusia di Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-349: UE Undang Zelensky Hadir Langsung KTT Brussel Besok Lusa

Sebelumnya, Zelensky pergi ke Amerika Serikat dan menemui Presiden AS Joe Biden pada Desember 2022 lalu dalam perjalanan ke luar negeri pertamanya sejak perang.

Adapun dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera, Zelensky mengatakan beberapa pemimpin Eropa telah menyatakan "kesiapan" untuk memasok Ukraina dengan jet tempur.

“Eropa akan bersama kita sampai kemenangan kita. Saya telah mendengarnya dari sejumlah pemimpin Eropa, tentang kesiapan untuk memberi kami senjata dan dukungan yang diperlukan, termasuk pesawat,” kata Zelensky kepada wartawan di Brussel, Kamis.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-348: Israel Sebut Putin Pernah Janji Tak akan Bunuh Zelensky

“Saya memiliki sejumlah bilateral sekarang, kita akan mengangkat isu jet tempur dan pesawat lainnya,” tambahnya.

Meski demikian, Zelensky tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang janji tersebut, yang akan menandai salah satu perubahan terbesar dalam dukungan Barat untuk Ukraina jika dikonfirmasi.

Tidak ada konfirmasi langsung dari negara Eropa mana pun tentang dugaan janji tersebut.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-346: Zelensky Bersumpah Tak Bakal Menyerah soal Kota Bakhmut

Di sisi lain, Rusia memperingatkan Barat agar tidak memasok jet ke Ukraina.

Sampai saat ini, pendukung Barat Ukraina telah menolak untuk mengirim jet tempur ke Kyiv di tengah kekhawatiran berpotensi meningkatkan perang atau semakin terlibat dalam konflik.

Rusia pun telah berulang kali memperingatkan akan membalas tindakan semacam itu.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-345: Janji Uni Eropa Gandakan Bantuan Militer untuk Kyiv

Tapi suasana tampaknya mulai berubah selama tur Eropa Zelensky, yang dimulai pada hari Rabu dengan perjalanan ke London dan Paris.

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak berjanji selama kunjungan Zelensky bahwa Inggris akan memberikan pelatihan bagi pilot Ukraina di pesawat tempur NATO modern.

Seorang juru bicara pemerintah Sunak juga mengatakan sedang mempertimbangkan apakah akan mengirim jet tempur Ukraina dalam "jangka panjang".

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-344: Roket Rusia Hantam Apartemen Kramatorsk, 2 Orang Tewas

Tidak ada komitmen seperti itu dari Prancis dan Jerman pada Rabu malam, tetapi Paris dilaporkan berada di antara sejumlah ibu kota Eropa yang terbuka untuk prospek pengiriman jet ke Ukraina sebagai bagian dari keputusan kolektif Barat.

Perkembangan tersebut mendapat tanggapan keras dari Rusia, dengan Jubir Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan bahwa Ukraina akan menderita jika Inggris atau negara Barat lainnya memasok pesawat tempur ke Ukraina.

“Garis antara keterlibatan tidak langsung dan langsung secara bertahap menghilang." kata Peskov pada hari Kamis.

"Seseorang hanya dapat mengungkapkan penyesalan dalam hal ini, dan mengatakan bahwa tindakan seperti itu mengarah pada peningkatan ketegangan, memperpanjang konflik dan membuat konflik semakin menyakitkan bagi Ukraina,” sambungnya.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-343: AS Siapkan Paket Bantuan Senilai 2 Miliar Dolar untuk Kyiv

Pasukan Rusia Maju

Secara terpisah pada hari Kamis, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan tidak akan ada transfer segera jet tempur Inggris ke Ukraina.

“Inggris belum mengatakan akan mengirim jet tempur ke Ukraina,” kata Wallace saat berkunjung ke Roma.

Wallace mengatakan kepada BBC bahwa "lebih realistis dan lebih produktif" bagi Inggris untuk menyediakan pesawat bagi Ukraina dalam jangka panjang guna memastikan keamanannya setelah perang dengan Rusia selesai.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-342: Pasukan Militer Putin Serang Bakhmut dan Donetsk

Pasukan Rusia telah bergerak maju di timur Ukraina dalam beberapa minggu terakhir untuk pertama kalinya dalam setengah tahun, dibentengi dengan puluhan ribu rekrutan yang baru dimobilisasi, dalam pertempuran musim dingin tanpa henti yang digambarkan kedua belah pihak sebagai salah satu perang paling berdarah.

Ukraina mengklaim bahwa Rusia akan memperluas serangan ofensifnya menjelang peringatan 1 tahun invasi pada 24 Februari.

Sebagaimana diketahui, Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus" yang dirancang untuk "mendemiliterisasi dan denazifikasi" negara tersebut.

Sedangkan Kyiv sekutu Baratnya telah menolak hal tersebut dengan menyebut bahwa Rusia bertindak tanpa alasan untuk mengobarkan perang agresi yang bertujuan merebut tanah dan menaklukkan Ukraina.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved