Gorontalo Kemarin
Gorontalo Kemarin: Prevalensi Stunting dan Identitas Pelaku dalam Kasus Dugaan Jual Beli Ijazah
Puluhan artikel dipublikasi pada Kamis (9/2/2023), kemarin, namun hanya lima artikel di bawah ini kami sajikan kembali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Konferensi-Pers-Dewan-Pengawas-Universitas-Gorontalo.jpg)
“Sejak awal saya dipercaya sebagai Ketua Dekranasda, saya ingin karawo Gorontalo ini semakin dikenal dan digemari.” kata Gamaria Purnamawati Monoarfa, Kamis (9/2/2023).
Kata dia, pemerintah butuh IFW 2023 sebagai momentum untuk promosi Karawo Gorontalo.
“Sekaligus meningkatkan kualitas desainer dan pengrajin,” tegas dia.
Strategi Terbaru Pemprov Gorontalo Cegah Stunting
TRIBUNGORONTALO.COM -- Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi Gorontalo berencana melakukan penyaringan penyakit anemia pada remaja putri tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Strategi tersebut sebagai salah satu upaya penanggulangan tengkes atau stunting.
Hal tersebut dikemukakan Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dikes dr. Suliyanti Otto pada Rapat Evaluasi Lintas Sektor Kesehatan Ibu dan Anak yang berlangsung di Hotel Damhil, Kota Gorontalo, Rabu (8/2/2023).
“Sasaran kita sekarang prioritasnya, kalau dari saya kita selesaikan dulu pada remaja putri SMA karena mereka berada pada usia produktif. Selain itu gampang untuk dilakukan intervensi dan evaluasi,“ kata dr. Suliyanti.
Skrining anemia dilakukan pada remaja putri SMA karena menstruasi yang dialami menyebabkan seringkali kehilangan darah yang cukup banyak. Jika kondisi ini tidak diimbangi dengan asupan gizi yang baik, maka dapat menyebabkan remaja terkena anemia. Pada gilirannya berdampak pada tengkes.
Adapun upaya penanganan tengkes yang dilakukan oleh Dikes Provinsi Gorontalo dengan inisiatif memperkuat Puskesmas dan Posyandu. Diantaranya memastikan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) remaja putri dan ibu hamil serta pemeriksaan kehamilan (ANC).
Puluhan Mahasiswa Teknik UNG-Gorontalo Pelajari Perubahan Iklim Perkotaan
TRIBINGORONTALO.COM, Gorontalo - Puluhan mahasiswa Fakultas Teknik Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Negeri Gorontalo mempelajari perubahan iklim perkotaan.
Kepala Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Sri Sutarni Arifin mengatakan, program kuliah umum ini berkaitan dengan isu global.
Menurutnya, pembahasan perubahan iklim sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama berkaitan Perencanaan Wilayah dan Kota.
"Ini sangat bermanfaat, apalagi saat planning merancang kota, mereka harus tahu dampak-dampak dari perubahan iklim," ucap Sri Sutarni Arifin kepada TribunGorontalo.com, Kamis (9/2/2023).
Dia berharap, para mahasiswa bisa menyerap pengetahuan baru dari expert (ahli).