Puluhan Mahasiswa Teknik UNG-Gorontalo Pelajari Perubahan Iklim Perkotaan
mahasiswa Fakultas Teknik Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Negeri Gorontalo mempelajari perubahan iklim perkotaan.
TRIBINGORONTALO.COM, Gorontalo - Puluhan mahasiswa Fakultas Teknik Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Negeri Gorontalo mempelajari perubahan iklim perkotaan.
Kepala Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Sri Sutarni Arifin mengatakan, program kuliah umum ini berkaitan dengan isu global.
Menurutnya, pembahasan perubahan iklim sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama berkaitan Perencanaan Wilayah dan Kota.
"Ini sangat bermanfaat, apalagi saat planning merancang kota, mereka harus tahu dampak-dampak dari perubahan iklim," ucap Sri Sutarni Arifin kepada TribunGorontalo.com, Kamis (9/2/2023).
Dia berharap, para mahasiswa bisa menyerap pengetahuan baru dari expert (ahli).
"Mereka bisa mendapat informasi tambahan yang bisa menjadi bekal selama proses perkuliahan," lanjut Kaprodi.
Disamping itu, mahasiswa PWK juga tengah mencanangkan Pendampingan Kampung Produktif, dan pengolahan sampah.
Sebagaimana diketahui, sampah merupakan salah satu penghasil Gas Rumah Kaca, yakni faktor pendorong perubahan iklim.
"Mereka menggelar aksi-aksi yang berkaitan adapaptasi dan mitigasi perubahan iklim," jelas dia.
Pantauan TribunGorontalo.com, materi kuliah umum diberikan oleh Muhammad Rizki Satria, Field Officer United Cities and Local Governments Asia Pasific (UCLG ASPAC) Sulawesi Regional.
UCLG ASPAC atau Asosisasi Kota se-Asia Pasifik itu memiliki project bernama Climate Resilient Inclusive Cities (CRIC).
CRIC tersebut bekerjasama dengan Kementarian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Bappenas, dan Kemendagri.
Pada kesempatan itu, Muhammad Rizki
menjelaskan beberapa faktor penyebab perubahan iklim di Indonesia, diantaranya Gas Rumah Kaca.
Gas Rumah Kaca (GRK) dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti zat Karbondioksida, Metana, Nitrogen Oksida, Hidrofluorokarbon, Perflourocarbon dan Sulfur heksaflorida.
GRK juga disebabkan tambang batubara, industri pembangkit, proses-proses industri, pembakaran hasil pertanian, penggunaan pupuk, industri pertanian, transportasi darat, produksi minyak, pembakaran hutan, transportasi darat hingga landfill di TPA.
Baca juga: Universitas Negeri Gorontalo Berduka Atas Meninggalnya Prof Thahir Musa
Adapun kuliah umum diwarnai sesi diskusi antara pemateri dan audiens. Beberapa mahasiswa mulai menanyakan global warming, banjir hingga pemindahan Ibu Kota RI.
Setelah semua pertanyaan telah terjawab, proses belajar mengajar tersebut berakhir pukul 17.30 Wita, dilanjutkan sesi foto bersama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ung4.jpg)