Perang Rusia Ukraina
Beri Pidato 'Suram', Sekjen PBB Peringatkan Dunia soal Meluasnya Perang Rusia-Ukraina
Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa eskalasi konflik Rusia-Ukraina dapat berarti dunia sedang menuju perang yang lebih luas.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Antonio-Guterres.jpg)
Guterres menambahkan ini adalah “waktu untuk mengubah pendekatan kita terhadap perdamaian dengan berkomitmen kembali pada piagam, mengutamakan hak asasi manusia dan martabat, dengan pencegahan di hati”.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-344: Inggris Masih Ogah Kirim Jet Tempur ke Kyiv, Ini Alasannya
Secara lebih luas, Guterres mengecam kurangnya “visi strategis” dan “bias” pembuat keputusan politik dan bisnis terhadap jangka pendek.
“Polling berikutnya. Manuver politik taktis berikutnya untuk mempertahankan kekuasaan. Tetapi juga siklus bisnis berikutnya atau bahkan harga saham hari berikutnya." papar Guterres.
“Pemikiran jangka pendek ini tidak hanya sangat tidak bertanggung jawab, tetapi juga tidak bermoral," imbuhnya.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-343: AS Siapkan Paket Bantuan Senilai 2 Miliar Dolar untuk Kyiv
Menekankan perlunya bertindak dengan mempertimbangkan generasi mendatang, Guterres mengulangi seruannya untuk “transformasi radikal” keuangan global.
“Ada yang salah secara fundamental dengan sistem ekonomi dan keuangan kita,” ujar Guterres.
Guterres pun menyalahkannya atas meningkatnya kemiskinan dan kelaparan, meningkatnya kesenjangan antara kaya dan miskin, dan beban utang negara berkembang.
“Tanpa reformasi mendasar, negara dan individu terkaya akan terus menimbun kekayaan, meninggalkan remah-remah bagi masyarakat dan negara-negara belahan dunia selatan,” lanjutnya.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)