Rabu, 4 Maret 2026

Dugaan Pungli Lurah Tenda

Dugaan Pungli di Kelurahan Tenda, Warga Unjuk Rasa Meminta Lurah Dicopot

Bukannya mendatangi kantor lurah, puluhan warga ini justru mendatangi kediaman Fikram Salilama, aleg DPRD Provinsi Gorontalo dapil Kota Gorontalo. 

|
Penulis: Risman Taharudin |
zoom-inlihat foto Dugaan Pungli di Kelurahan Tenda, Warga Unjuk Rasa Meminta Lurah Dicopot
TribunGorontalo.com
Dugaan Pungli di Kelurahan Tenda membuat warga bereaksi. Mereka berunjuk rasa dan meminta lurah dicopot. 

Hal yang menurutnya janggal, tidak semua warga yang unjuk rasa saat itu adalah warga Kelurahan Tenda

“Mereka ada dari kelurahan lain,” ungkap Risna kepada TribunGorontalo.com. 

Risna pun menceritakan terkait pungli yang jadi tuntutan warga. 

Menurutnya, itu bukanlah pungli, namun lahir atas kesepakatan masyarakat.

Sebetulnya praktik penarikan pungutan kepada masyarakat itu terjadi sejak September 2022 lalu.

Saat itu, banyak warga yang membutuhkan Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa. Namun, desa tidak memiliki kertas. 

Ia menaksir, saat itu kebutuhan pembuatan SKU mencapai ratusan. 

Karena itu, pegawai kelurahan mengusulkan agar ada pungutan Rp 5 ribu untuk membeli kertas. 

Seiring berjalan, ada warga yang tidak memberi, ada pula yang memberi. Bahkan ketika ada yang memberi Rp 10 ribu, dikembalikan sisanya. Karena sesuai perjanjian hanya Rp.5 ribu.

“jadi uang Rp 5 ribu itu bukan untuk saya, melainkan saya berikan ke operator untuk pembelian kertas dan sisanya diberikan untuk konsumsi operator yang siang dan malam bekerja hingga dihari libur sampai lembur,  hanya untuk membuat SKU warga. Karena tidak ada anggaran yang disediakan, sementara pembuatan SKU ini ratusan jumlahnya.” jelasnya.

Risna mempertanyakan sikap warga yang baru beraksi di awal Februari 2023, kendati masalah pungutan itu sudah ada sejak September 2022. 

“Saya diisukan pungli, saya tidak mau dikambing hitamkan, dan demi harga diri saya, nama baik keluarga, dan walaupun saya orang susah, saya tidak mau di injak-injak, saya siap melawan.” tegas lurah yang kerap disapa Bunda tersebut.

Sementara itu, Fikram Salilama saat dimintai keterangan mengungkapkan, jika ia sendiri memang sudah mengetahui praktik pungli itu sejak tiga bulan lalu. 

“Saat saya komunikasikan hal ini kepada Pak Wali Kota Gorontalo, alhamdulillah beliau menyahuti aspirasi ini,” kata Fikram. 

Saat mengadukan persoalan itu ke Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, menurut Fikram, warga telah mengancam akan menyegel kantor lurah. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved