Dugaan Pungli Lurah Tenda
Dugaan Pungli di Kelurahan Tenda, Warga Unjuk Rasa Meminta Lurah Dicopot
Bukannya mendatangi kantor lurah, puluhan warga ini justru mendatangi kediaman Fikram Salilama, aleg DPRD Provinsi Gorontalo dapil Kota Gorontalo.
Penulis: Risman Taharudin |
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Awal Februari 2023 lalu, puluhan warga Kecamatan Tenda, Kota Gorontalo melakukan unjuk rasa.
Bukannya mendatangi kantor lurah, puluhan warga ini justru mendatangi kediaman Fikram Salilama, aleg DPRD Provinsi Gorontalo dapil Kota Gorontalo.
Warga mengadukan Lurah Tenda yang disebut kerap melakukan pungutan liar ke masyarakat.
"Kami setiap warga sering dimintai biaya jika mengurus administrasi di kantor kelurahan, nilai nya variatif mulai dari Rp. 10-15 ribu, dan jika tidak diberi maka kami tidak dilayani. " ungkap Ratna (40) warga Kelurahan Tenda dengan sedikit berteriak.
Menurut Ratna, perbuatan pungli yang dilakukan lurah tidak bisa ditolerir.
Mestinya, seluruh pelayanan tidak ada lagi yang berbayar. Harus gratis. Kebijakan itu bahkan telah dijamin pemerintah kota.
"Melalui keresahan ini kami datang ke rumah Pak Fikram sebagai anggota DPRD agar menyampaikan aspirasi ini kepada Pak Wali Kota agar segera ditindaklanjuti. " tutur dia.
Praktik pungutan liar ini juga kata dia telah menghalangi warga dalam mengakses bantuan UMKM.
Ia menuturkan pernah menanyai langsung pungutan liar itu langsung kepada lurah bersangkutan.
“Namun Ibunda (lurah) hanya diam-diam (tidak menjawab). Saat dimintakan rasionalisasi atas pungutan tersebut, kami curiga ini hanya untuk keperluan pribadi. " tegasnya.
"Ganti dan keluarkan Ibunda itu dari lurah ini, dan Pak wali segera mengambil sikap secara tegas. Jika tidak maka kami akan memboikot kantor kelurahan" tandas dia.
Saat dikonfirmasi, Lurah Tenda, Risna Badaru pada Minggu (5/2/2023) mengungkapkan, ia sendiri merasa janggal dengan unjuk rasa para warganya itu.
Ia mempertanyakan unjuk rasa yang dilakukan di rumah anggota legislatif.
Kata dia, mestinya unjuk rasa langsung digelar di kantor kelurahan.
“Saya menyayangkan aksi unjuk rasa itu berlangsung di rumahnya Pak Fikram, bukan di kantor kelurahan,” kata Risna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/622023_Kelurahan-Tenda.jpg)