Perang Rusia Ukraina

Saat Sirene Serangan Udara Warnai Pertemuan Pemimpin Uni Eropa di Ukraina, Ulah Rusia?

Sirene serangan udara terdengar saat pertemuan pimpinan Uni Eropa dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv pada hari ke-345 perang Rusia.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Layanan Pers Kepresidenan Ukraina
Foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat berkunjung ke kota selatan Mykolaiv pada 18 Juni 2022. Terbaru dikabarkan bahwa dalam pertemuan puncak pada Jumat (3/2/2023), antara Zelensky dengan pemimpin Uni Eropa diwarnai bunyi sirene serangan udara di Kyiv. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Para pemimpin Uni Eropa mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk membahas perang Rusia di Kyiv pada Jumat (3/2/2023).

Namun pertemuan puncak petinggi UE di Ibu Kota Ukraina itu diwarnai suasan mencekam saat terdengar sirene serangan udara yang dikhawatirkan dipicu oleh pasukan Rusia.

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian pada Sabtu (4/2/2023) hari ke-346 perang, sirene serangan udara terdengar dua kali di seluruh Ukraina pada hari Jumat saat Zelensky menjamu para petinggi UE di Kyiv.

Peringatan udara pertama di Kyiv adalah pada Jumat pagi.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-346: Zelensky Bersumpah Tak Bakal Menyerah soal Kota Bakhmut

Yang kedua terjadi beberapa jam kemudian, menyusul konferensi pers bersama yang melibatkan Zelensky, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Tidak ada laporan langsung tentang serangan udara Rusia di Kyiv sepanjang hari.

Dalam kesempatan itu, Zelensky pun menyampaikan harapannya agar UE menempatkan Ukraina pada jalur cepat untuk menjadi anggota.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-345: Janji Menang, Putin Bangkitkan Semangat Perang Dunia II

Tetapi negara-negara anggota UE Barat khawatir bahwa harapan Ukraina tersebut, tidak realistis.

“Tidak ada garis waktu yang kaku, tetapi ada tujuan yang harus Anda capai,” kata von der Leyen pada konferensi pers.

Sementara itu, Zelensky mengimbau UE untuk menjatuhkan sanksi pada Rosatom, perusahaan nuklir yang dikelola negara dan manajer puncaknya.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-344: Roket Rusia Hantam Apartemen Kramatorsk, 2 Orang Tewas

Zelensky mengatakan selama pembicaraan dengan para pemimpin Uni Eropa bahwa mereka telah membahas "perpanjangan sanksi energi untuk mencakup bidang nuklir".

Zelensky menilai bahwa sanksi harus menargetkan Rosatom dan manajernya, yang dia tuduh melakukan penyitaan dan memaksa perubahan kewarganegaraan staf di fasilitas tenaga nuklir Ukraina dan anak-anak mereka.

Selain itu, Zelensky juga mengatakan Ukraina akan dapat mulai membebaskan Donbas yang diduduki jika pasokan senjata "dipercepat, khususnya senjata jarak jauh".

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-343: Sekutu Barat Abaikan Permintaan Zelensky soal Jet Tempur

Zelensky menyatakan bahwa Ukraina akan terus berjuang untuk Bakhmut selama mungkin, bersumpah bahwa "tidak ada yang akan memberikan" kota "benteng" timur itu.

Adapun Uni Eropa telah berjanji paket kesepuluh sanksi terhadap Rusia akan berlaku pada 24 Februari, peringatan pertama perang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved