Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-341: Tolak Kirim Jet, Kanselir Jerman Kembali Dikecam

Update Perang Rusia vs Ukraina hari ke-341 pada Senin (30/1/2023): Kanselir Jerman Olaf Scholz kembali tuai kecaman karena tolak kirim jet untuk Kyiv.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/Christof STACHE
Kanselir Jerman Olaf Scholz. Update Perang Rusia vs Ukraina hari ke-341 pada Senin (30/1/2023): Scholz kembali dikritik karena menolak permintaan Kyiv atas bantuan jet untuk hadapi pasukan invasi. 

“Dan saya akan terus menelepon Putin, karena kami harus terus berbicara satu sama lain,” sebut Scholz.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-336: Susul Jerman, AS Siap Kirim Tank Abrams ke Kyiv

Panggilan telepon terakhir ke Putin terjadi pada awal Desember.

Putin mengatakan pada saat itu bahwa garis Jerman dan Barat di Ukraina "merusak" dan meminta Berlin untuk memikirkan kembali pendekatannya.

Percakapan tersebut, kata Scholz, seringkali tentang “masalah konkret” seperti pertukaran tahanan, ekspor biji-bijian Ukraina, dan nasib Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Leopard 2, Tank Tempur Buatan Jerman yang Bakal Dikirim Polandia ke Ukraina

“Bagi saya penting agar percakapan terus kembali ke poin utama, bagaimana dunia keluar dari situasi yang mengerikan ini? Syaratnya jelas, penarikan pasukan Rusia,” kata Scholz dalam wawancara.

Scholz juga memperingatkan bahwa NATO tidak boleh diseret ke dalam perang dengan Rusia.

“Seorang kanselir Jerman yang mengambil sumpah jabatannya dengan serius harus melakukan segalanya untuk memastikan bahwa perang Rusia melawan Ukraina tidak berubah menjadi perang antara Rusia dan NATO,” tegas Scholz seraya menambahkan bahwa dia tidak akan “membiarkan eskalasi seperti itu”.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Abrams, Tank Tempur Utama yang Enggan Dikirim AS ke Ukraina untuk Lawan Rusia

Adapun pengumuman tentang pengiriman Leopard 2 Jerman yang tak lama kemudian diikuti oleh janji AS untuk tank M1 Abrams ke Ukraina, membuat Rusia marah.

“Untuk saat ini, belum ada pembicaraan yang disepakati (dengan Scholz) dalam jadwal. Putin telah dan tetap terbuka untuk dihubungi,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dikutip oleh RIA Novosti.

Sebagai informasi, Jerman adalah donor perangkat keras militer terbesar kedua ke Ukraina setelah AS, menurut Kiel Institute for the World Economy, di depan kekuatan Eropa lainnya seperti Prancis dan Inggris.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved