Kasus Lukas Enembe

Lima Orang Terdekat Gubernur Papua Lukas Enembe Ikut Dicekal KPK

Menurut Kepala Bagian Pemberitaan, Ali Fikri mengaku, pencekalan keluar negeri dilakukan sebagai upaya menghentikan langkah lima warga ini untuk kelua

Editor: Wawan Akuba
ist
Lukas Enembe, Gubernur Papua. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mencekal lima orang terdekat Gubernur Papua, Lukas Enembe. Kelima orang ini diduga terlibat dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi tersangka Lukas. 

Menurut Kepala Bagian Pemberitaan, Ali Fikri mengaku, pencekalan keluar negeri dilakukan sebagai upaya menghentikan langkah lima warga ini untuk keluar negeri. 

Kelima orang ini nantinya akan diperiksa KPK. Dan ia menginginkan lima orang ini “dapat kooperatif hadir memenuhi panggilan Tim Penyidik, maka KPK melakukan tindakan cegah bepergian keluar negeri terhadap lima orang,” kata Ali, dalam keterangan yang diterima InfoPublik, Jumat (13/1/2023).

Ali juga menambahkan, kelima orang tersebut diduga kuat mengetahui dugaan perbuatan dari Tersangka LE.

“Cegah pertama ini dilakukan untuk enam bulan kedepan dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan proses penyidikan,” ujar Ali.

Kasubbag Humas Ditjen Imigrasi Ahmad Nursaleh, mengungkapkan, kelima orang tersebut adalah atas nama Yulce Wenda, yang bersangkutan aktif dalam daftar cegah dengan masa pencegahan 7 September 2022 sampai dengan 7 Maret 2023,

“Berikutnya Lusi Kusuma Dewi, aktif dalam daftar cegah dengan masa pencegahan 8 Desember 22 sampai dengan 08 Juni 2023, Selanjutnya Dommy Yamamoto. Yang daftar cegah dengan masa pencegahan 15 November 22 sampai 15 Mei 2023,” ujarnya.

Kemudian Jimmy Yamamoto yang aktif dalam daftar cegah dengan masa pencegahan 15 November 2022 sampai 15 Mei 2023. Terakhir adalah Gibbrael Isaak terhitung di cegah dengan masa pencegahan 15 November 2022 hingga 15 Mei 2023. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved