Porprov Gorontalo
Sepak Bola Tak Masuk Porprov Gorontalo Karena KONI Tak Punya Anggaran Rp 300 Juta
Ada dua alasan kenapa sepak bola tak dimasukan dalam Porprov Gorontalo. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Gorontalo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/18122022_pembukaan-porprov-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Gorontalo tidak memasukan sepak bola.
Panitia hanya memasukan 18 cabang olahraga (cabor), yakni voly ball, basket, sepak takraw, tenis meja, bulu tangkis, atletik, pencak silat, kickboxing, karate, kempo, taekwondo, bilyard, catur, e-sport, futsal, gateball, renang, dan panjat tebing.
Ada dua alasan kenapa sepak bola tak dimasukan dalam Porprov Gorontalo. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama menjelaskan hal itu pada Sabtu (24/12/2022) kemarin.
Alasan pertama, kompetisi sepak bola liga 3 Gorontalo saat ini sedang berlangsung.
"Kami anggap kegiatan liga 3 itu sudah termasuk porprov. Artinya, mereka mengadakan kejurda dan itu kita biayai," kata Fikram.
Alasan kedua menurut aleg DPRD Provinsi Gorontalo ini, sepak bola membutuhkan biaya besar.
Jika sepak bola masuk Porprov Gorontalo, KONI harus menggelontorkan dana Rp 300 juta. Sementara saat ini pihaknya hanya mampu Rp 100 juta.
"Harusnya semua cabang olahraga kita masukkan porprov. Tapi, dengan kondisi anggaran, kita putuskan dalam rapat hanya 18 cabor saja," ucap dia.