Mengenal Bahaya dan Cara Menghindari Obat Palsu: Simak Penjelasan BPOM

Penggunaan obat palsu sangat merugikan pasien. Mengkonsumsi obat palsu bisa menyebabkan kondisi kesehatan tidak membaik atau bahkan penyakit bertambah

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Ilustrasi obat palsu. Penggunaan obat palsu sangat merugikan pasien. Mengkonsumsi obat palsu bisa menyebabkan kondisi kesehatan tidak membaik atau bahkan penyakit bertambah parah. 

Padahal, izin edar obat yang resmi harus dikeluarkan dari BPOM.

Dilansir dari akun Instagram @bpom_ri, berikut beberapa ciri-ciri obat palsu yang harus diketahui:

Efek yang dirasakan berbeda dari obat asli. Beberapa bahkan tidak memberikan efek sama sekali.

Informasi yang tercantum tidak sesuai dengan informasi yang disetujui.

Kondisi kemasan tidak baik. Warna kemasan berbeda dari yang biasanya beredar secara resmi.

Informasi produsen, nomor bets, dan tanggal kedaluwarsa tidak ditulis dan tidak terbaca dengan jelas.

Ada kesalahan penggunaan bahasa, tata bahasa, dan ejaan dalam penulisan.

Ada kecurigaan terhadap sumber, harga, dan keaslian dokumen produk.

Produk memiliki tampilan, bau, dan rasa yang tidak semestinya.

Dampak penggunaan obat palsu

Jika dikonsumsi, obat palsu bisa memberikan dampak yang buruk bagi tubuh.

Konsumsi obat palsu bisa menurunkan bahkan menghilangkan efektivitas obat.

Selain itu, obat palsu juga menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Pasalnya, obat palsu umumnya menggunakan bahan aktif yang tidak tepat.

Konsumsi obat palsu juga bisa memperparah penyakit penderita, bahkan menyebabkan kematian.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved