Opini

Penggunaan Kurikulum Merdeka Belajar di Lembaga Pendidikan Gorontalo

Pemerintah sudah menerapkan berbagai model kurikulum pendidikan Indonesia sejak masa pasca kemerdekaan sampai saat ini.

Istimewa
Siswa di kelas. 

Agar tidak mengalami ketertinggalan, sekolah harus segera melakukan pengembangan kurikulum, agar nantinya tidak akan mengalami ketertinggalan dengan cara mengikuti Implementasi kurikulum merdeka(IKM).

Sekolah harus menggali informasi-informasi sebanyak mungkin dan harus proaktif untuk mengikuti perkembangan.

Sebab, dalam kurikulum Merdeka mencakup tiga tipe kegiatan pembelajaran sebagai berikut:

1.Pembelajaran intrakurikuler yang dilakukan secara terdiferensiasi sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Hal ini juga memberikan keleluasaan bagi guru untuk memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya.

2.Pembelajaran kokurikuler berupa projek penguatan Profil Pelajar Pancasila,  berprinsip pembelajaran interdisipliner yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum.

3.Pembelajaran ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai dengan minat murid dan sumber daya satuan pendidik.

Adapun kelebihan dari kurikulum merdeka belajar adalah kurikulum merdeka belajar ini dirancang dengan kelebihan yang menyesuaikan perkembangan zaman. 

Misalnya, lebih sederhana dan lebih mendalam termasuk memberikan “Kemerdekaan” bagi satuan pendidikan dalam mengembangkannya, serta menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih relevan dan interaktif.

Disclaimer: Artikel adalah opini penulis. Seluruh materi menjadi tanggung jawab penulis. 
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved