Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Hari Ke-275: 15.000 Orang Ukraina Hilang hingga Upaya Kyiv Pulihkan Listrik
Update perang hari ke-275: 15.000 orang Ukraina dikabarkan hilang, hingga upaya Kyiv pulihkan listrik setelah Rusia hancurkan infrastruktur energinya.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelenskyy_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Belasan ribu orang Ukraina dikabarkan hilang selama invasi Presiden Rusia Vladimir Putin ke negara tersebut berlangsung sejak dimulai pada 24 Februari 2022.
Kabar tersebut muncul di tengah upaya Ukraina dalam memulihkan listriknya yang hancur akibat serangan pasukan militer Rusia.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Reuters pada Jumat (25/11/2022), lebih dari 15.000 orang hilang selama perang di Ukraina.
Hal itu disampaikan oleh seorang pejabat di kantor Kyiv, Ibu Kota Ukraina dari International Commission on Missing Persons (ICMP) yang berbasis di Den Haag.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-275: Diserang Pasukan Putin, Seluruh PLTN Ukraina Terputus
Direktur Program ICMP untuk Eropa Matthew Holliday mengatakan tidak jelas berapa banyak orang yang dipindahkan secara paksa, ditahan di Rusia, masih hidup dan dipisahkan dari anggota keluarga, atau telah meninggal dan dikuburkan di kuburan darurat.
Sementara itu, Rusia memiliki garis pertahanan yang jauh lebih pendek untuk mempertahankan tanah yang direbut, dengan lebih dari sepertiga front sekarang diblokir oleh Sungai Dnipro.
Rusia telah melakukan serangannya sendiri di sepanjang garis depan barat kota Donetsk, yang dipegang oleh proksi Moskow sejak 2014.
Ukraina pun mengatakan pasukan Rusia mencoba lagi untuk maju ke sasaran utama mereka, Bakhmut dan Avdiivka, dengan keberhasilan yang terbatas.
Baca juga: Bantu Kyiv Lawan Serangan Rusia, Inggris Kirimkan Helikopter ke Ukraina untuk Pertama Kalinya
Ukraina Berjuang Pulihkan Pasokan Listrik
Sebagian besar wilayah Ukraina tetap tanpa pemanas atau listrik setelah serangan udara Rusia yang paling menghancurkan pada jaringan energinya sejauh ini.
Akibatnya penduduk Kyiv diperingatkan untuk bersiap menghadapi serangan lebih lanjut dan menimbun air, makanan, dan pakaian hangat.
Baca juga: Rusia Tuding Ukraina Curi Pasokan Gas Moldova, Gazprom Ancam akan Potong Volume Gas Eropa
Moskow mengakui menyerang infrastruktur dasar, dengan mengatakan itu bertujuan untuk mengurangi kemampuan Ukraina dalam berperang dan mendorong adanya negosiasi.
Di sisi lain Kyiv mengatakan serangan semacam itu adalah kejahatan perang.
"Bersama-sama kita mengalami perang skala penuh selama sembilan bulan dan Rusia belum menemukan cara untuk menghancurkan kita, dan tidak akan menemukannya," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato video Kamis (24/11/2022) malam waktu setempat.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-274: Negaranya Terancam Beku, Zelensky Desak PBB Ambil Tindakan
Zelensky juga menuduh Rusia tak henti-hentinya menembaki Kherson, kota di Ukraina selatan yang ditinggalkannya awal bulan ini.