Beby Banteng: FORHATI Sebagai Wadah untuk Berbakti
Setidaknya begitu kata Beby Banteng. Alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) mengungkapkan, FORHATI
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Forum Alumni Kohati (FORHATI) tidak hanya sekadar organisasi yang memiliki ikatan batin dengan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), tapi lebih dari itu.
Setidaknya begitu kata Beby Banteng. Alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) mengungkapkan, FORHATI yang resmi berdiri pada 22 Desember 1998 itu adalah organisasi yang memiliki semangat dan idealisme.
Paling tidak, menurut Doktor Teknik Sipil dan Pengembangan Wilayah UGM ini, salah satu instrumen penting yang tidak bisa dilupakan dari kelahiran FORHATI adalah momentum kelahirannya yang bertepatan dengan gerakan era reformasi tahun 1998.
Tanggal kelahirannya yang bertepatan pula dengan hari Ibu tanggal 22 Desember. Dua momentum penting tersebut dapat disebut sebagai spirit dan marwah kelahiran FORHATI.
“Diharapkan terus melekat dan mengakar dalam setiap gerakan dan agenda FORHATI, baik dalam konteks kekinian dan masa depan.” katanya.
Itulah sebabnya, menurut aktivis perempuan muda yang pernah mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi Gorontalo 2016-2021 ini, ke depan, FORHATI tetap konsisten.
Terutama konsisten berjuang melalui gerakan yang bercorak kebangsaan-keislaman. Apalagi, keperempuanan yang menjadi salah satu bagian dari elemen bangsa yang tetap bertekad untuk terus berperan aktif.
“Melibatkan diri dalam perjuangan perempuan Indonesia menuju masyarakat yang adil, mandiri dan bermartabat.” katanya.
Tekad dan idealisme tersebut, ungkap sosok aktivis perempuan kelahiran Manado 24 Februari 1975 ini, hanya dapat dicapai dan diaktualisasikan secara konkrit melalui semangat kebersamaan dan kesungguhan untuk mengambil peran.
bahkan menjadi pelopor serta garda terdepan dalam mengurai berbagai persoalan di masyarakat secara terencana, teratur dan berkesinambungan yang dilandasi oleh niat yang tulus ikhlas.
Karena itu, langkah pertama yang perlu dibangun adalah upaya untuk membangkitkan, menggugah dan menghimpun segenap kader FORHATI untuk terus berpikir dan berbuat sesuatu untuk umat dan bangsanya dengan cara mengembangkan segala potensi daya dan upaya yang dimiliki sebagai bagian dari pengabdian untuk bangsa ini.
Bagaimanapun, ungkap Beby Banteng, sebagai alumni HMI wati, manifestasi cinta terhadap bangsa dan negara ini, tidak hanya terbesit di dalam hati, tapi dimanifestasikan melalui dharma bakti yang kelak dapat berkontribusi bagi kemajuan dan masa depan bangsa ini.
“Salah satunya adalah, seluruh Alumni HMI Wati memiliki kualitas intelektual dan kualifikasi akademik yang sangat-sangat memadai dengan Jejaring yang berada pada semua lini, baik pemerintahan, pengabdian masyarakat maupun swasta.” katanya.
Dalam konteks profesional anggota FORHATI berada di semua bidang. Dalam bidang politik misalnya, keberadaan anggota FORHATI hampir ada pada semua partai politik. Yang menarik lagi, keberadaan jejaring FORHATI menyebar ke berbagai ormas Islam baik Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, maupun ormas-ormas besar Islam lainnya.
Hal ini di satu sisi merupakan potensi, namun di sisi lain menyuguhkan tantangan dan tanggung jawab sebagai cendekiawan dan intelektual yang sejatinya memiliki peran dan kiprah untuk mencerdaskan, mencerahkan dan memberdayakan masyarakat, khususnya kepada kaum perempuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/19112022_Beby-Banteng-Alumnus-Universitas-Gajah-Mada-UGM.jpg)