PIlpres 2024

'Perang' Survei Pilpres 2024: INES Unggulkan Airlangga Hartarto, SMRC Ganjar Pranowo

Jajak pendapat terbaru, Indonesia Network Election Survei (INES) menemukan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto paling dipilih responden.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Airlangga Hartarto dan Ganjar Pranowo. Jajak pendapat terbaru, Indonesia Network Election Survei (INES) menemukan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto paling dipilih responden sebagai presiden. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Lembaga survei berlomba-lomba meneliti popularitas dan elektabilitas figur capres - cawapres potensial di Pilpres 2024.

Jajak pendapat terbaru, Indonesia Network Election Survei (INES) menemukan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto paling dipilih responden sebagai presiden.

Hasil berbeda dipublikasikan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Temuan lembaga survei ini, sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo unggul dari Mentari Pertahanan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Perbedaan hasil survei menurut Founder dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali disebabkan sejumlah aspek.

"Pertama adalah momentum pelaksanaan hasil survei. Jadi survei bulan Januari hasilnya pasti beda dengan bulan Februari, Maret, dan lain-lain," kata Hasanuddin saat acara diskusi bertajuk "Analisis Hasil Survei: Mengapa Bisa Beda?", di Upnormal Coffee, Cikini, Jakarta Pusat pada 2019 lalu.

Kemudian, metode pengambilan sampel juga akan menentukan hasil survei tersebut. Aspek ketiga yang memengaruhi adalah bentuk pertanyaan yang diajukan lembaga survei kepada respondennya.

Hasanuddin berpandangan bahwa perbedaan hasil tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

Direktur Eksekutif Indonesia Network Election Survei (INES), Nugraheni Kartika Dewi menjelaskan, metodologi yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif.

Tujuannya agar hasil penelitian mendapatkan data komprehensif yang mampu memberikan gambaran dalam bentuk nominal yang terukur dan akurat. 

Nugraheni menyampaikan teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain mengunakan angket berupa kuisioner kemudian dilakukan observasi. 
 
"Penelitian ini mengunakan jumlah sample sebanyak 2180 responden di 400 Kabupaten/ Kota yang sudah memiliki Hak pilih saat penelitian dilakukan penarikan sample mengunakan metode multistage random sampling dan hasil Penelitian ini memiliki Tingkat Kepercayaan 95 persen dengan margin of error +/- 21 persen," kata Nugraheni dalam keterangan tertulis pada Rabu (16/11/2022). 
 
Sementara itu, hasil sampel penelitian yang berjumlah 2180 responden di 400 Kabupaten/ Kota menghasil sejumlah temuan. 

Diketahui, sebanyak 69,3 persen responden merupakan pengguna aktif media sosial, 20,9 persen merupakan pengguna pasif dan 9,8 persem sama sekali tidak aktif. 

Hasil penelitian juga mendapati bahwa 64,4 persen mendapatkan pesan dan info yang berhubungan dengan politik dan pemerintahan dari media sosial.

Selanjutnya, sebanyak 19,2 persen bukan dari media sosial dan sebanyak 16,4 persen tidak mendapatkan pesan dan info politik

"Dari simulasi nama-nama tokoh yang disodorkan pada 2.180 responden terkait preferensi responden untuk memilih presiden jika pilpres digelar pada hari ini maka dalam penelitian ini didasarkan pada personal kandidat, meliputi rekam jejak kepemimpinan, kemampuan menjalin relasi dengan masyarakat dan lawan politik, Karisma, kewibawaan, ketegasan tokoh," paparnya.

Hasilnya survei INES:

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved