PIlpres 2024
'Pemodal Besar' Adang Anies Baswedan: Peluang Puan Maharani Maju Pilpres 2024, Ini Analisisnya
Peluang Puan Maharani maju Pilpres 2024 semakin terbuka menyusul belum dapat dipastikan Anies Baswedan lolos capres.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/131122-anies-puan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Peluang Puan Maharani maju Pilpres 2024 semakin terbuka menyusul belum dapat dipastikan Anies Baswedan lolos capres.
Koalisi perubahan yang diprakarsai Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat belum juga sepakat mengusung capres - cawapres.
Isu oligarki (pemodal besar) mengintervensi koalisi berhembus. Koalisi belum mengambil keputusan.
Soal spekulasi intervensi oligarki, menurut pengamat politik Rocky Gerung, perlu dilawan kubu Anies Baswedan.
Kata Rocky, Anies punya modal kuat untuk lawan oligarki.
Kekuatan Anies ada pada relawan. Mantan pengajar filsafat di Universitas Indonesia ini mengatakan, dukungan relawan Anies adalah murni.
"Saya ke berbagai daerah menemui relawan Anies. Mereka murni untuk mendukung Anies. Ini sebuah kekuatan besar melawan oligarki," ujar Rocky saat wawancara dengan Hersubeno Arief dari FNN yang ditayang kanal YouTube Rocky Gerung Official belum lama ini.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, koalisi antara Nasdem, Demokrat, dan PKS bukan hanya menghadapi pemodal besar, melainkan juga "penguasa besar".
Ia mengatakan, wajar bila koalisi yang menamakan diri sebagai Koalisi Perubahan itu tidak kunjung dideklarasikan.
Hal itu berkaca dari banyaknya tekanan setelah Nasdem mendeklarasikan dukungan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres.
"Sejak Nasdem deklarasikan Anies sebagai capres, kontan tekanan dari banyak pihak bermunculan, sehingga wajar jika deklarasi bersama ini temui hambatan, tidak saja pemodal besar, melainkan juga 'penguasa besar'," kata Dedi saat dihubungi, Sabtu (12/11/2022).
Dedi menuturkan, tidak dapat dimungkiri bahwa Anies mempunyai potensi membangun dukungan besar pada Pilpres 2024.
"Dan ada yang saat ini miliki kekhawatiran itu, sehingga memulai konstestasi jauh lebih cepat, yakni sejak masa keterusungan sudah mulai saling menjegal," ujar Dedi.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa Nasdem, Demokrat, dan PKS harus menghadapi tekanan tersebut.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda meyakini, PDIP semula hendak mencalonkan Puan Maharani sebagai presiden jika Anies Baswedan tak dicalonkan oleh Partai Nasdem.