Kamis, 12 Maret 2026

Arti Kata

Universitas di Korsel Beri Puan Maharani Gelar Doktor Honoris Causa, Apa Itu Honoris Causa?

Pukyong National University (PKNU) Korea Selatan anugerahi Puan Maharani gelar Doktor Honoris Causa, apa itu? memang apa peranan Puan Maharani?

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Universitas di Korsel Beri Puan Maharani Gelar Doktor Honoris Causa, Apa Itu Honoris Causa?
Jaka/nvl via .dpr.go.id
Ketua DPR RI Puan Maharani saat pidato ilmiah setelah ia diberi gelar Doktor Honoris Causa (H.C.) dari Pukyong National University (PKNU), Busan, Korea Selatan pada Senin (7/11/2022). Apa itu Honoris Causa? Apa peranan Puan Maharani hingga diberi gelar Doktor Honoris Causa? 

Dalam kesempatan itu Puan Maharani menyinggung soal kiprah politik orangtuanya, Taufiq Kiemas dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: Polri Gunakan Face Recognition untuk Amankan KTT G20, Apa Itu?

Puan Maharani mengatakan bahwa terlahir dari keluarga politisi memiliki peranan besar hingga ia pun memilih jalur politik sebagai kariernya.

“Kita tidak dapat memilih dilahirkan di mana dan di keluarga siapa. Saya bersyukur, Alhamdulillah, karena Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, mentakdirkan saya dilahirkan di keluarga Ibu Mega dan Almarhum Taufiq Kiemas,” ujar Puan Maharani.

Puan Maharani lantas menjelaskan bahwa inti dari pembangunan kesetaraan dan keadilan gender bukanlah meneguhkan siapa yang mendominasi dan didominasi.

Melainkan, menemukan koridor untuk saling berbagi secara adil dalam segala aktivitas kehidupan tanpa membedakan pelakunya laki-laki ataupun perempuan.

Baca juga: Warga Korea Selatan Banyak yang Ikut Program CPR Pasca Tragedi Halloween Itaewon, Apa Itu CPR?

Hal ini sama halnya dengan tidak membedakan pelaku aktivitas kehidupan karena perbedaan warna kulit, ras, dan keyakinan.

“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayapnya sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya. Jika patah satu daripada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali." jelas Puan Maharani.

"Inilah semangat yang harus kita tanamkan bersama dalam membangun kehidupan demokrasi, di mana perempuan dan laki-laki dalam harkat, martabat, kemajuan dan kesejahteraan yang sama. Negara tidak mungkin sejahtera dan maju jika para perempuannya tertinggal,” tandasnya.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved