Jokowi Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Inhan Indonesia dengan Perusahaan Pertahanan Turki
Sejumlah Industri pertahanan (Inhan) Indonesia menjalin kerja sama, dalam penyelenggaraan Indo Defence 2022 Expo and Forum
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PT-Falah.jpg)
Pada kesempatan yang sama, CEO Havelsan, Mehmet Akif Nacar, menyampaikan bahwa Indonesia dan Asia Tenggara memiliki posisi penting bagi Havelsan dan Falah adalah mitra yang tepat.
“Kami sangat gembira memiliki Falah sebagai mitra kami. Mereka memiliki kemampuan dan sumber daya yang mumpuni dalam pengembangan berbagai produk.
"Saat ini kami juga secara aktif mengikuti berbagai proyek terkait militer dan non-militeri Indonesia,” ujar Naca.
Havelsan, perusahaan pertahanan asal Turki milik Turkish Air Force Foundation, telah berkecimpung di industri ini sejak 1982 dan memberikan banyak solusi bagi kebutuhan militer dan non-militer.
Produk-produk dikembangkan Havelsan bertujuan agar pelatihan menjadi lebih cepat, efisien, hemat biaya dan dapat dilakukan berulang-ulang. Pelatihan juga dibangun dengan skenario dan lingkungan yang realistis serta bebas resiko.
Pada acara tersebut, Prabowo Subianto mengatakan bahwa rangkaian penandatanganan tersebut adalah wujud nyata komitmen Kementerian Pertahanan untuk dapat mewujudkan industri pertahanan lokal yang maju, kuat, mandiri, dan berdaya saing.
Menurut Prabowo, hal itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar setiap belanja pertahanan dapat dijadikan sebagai investasi pertahanan untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Presiden berharap agar teknologi pertahanan berkembang dengan pesat dan kita harus segera ikuti dan harus berjuang keras,” kata Menhan Prabowo. (*)