Senin, 16 Maret 2026

Jokowi Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Inhan Indonesia dengan Perusahaan Pertahanan Turki

Sejumlah Industri pertahanan (Inhan) Indonesia menjalin kerja sama, dalam penyelenggaraan Indo Defence 2022 Expo and Forum

Tayang:
zoom-inlihat foto Jokowi Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Inhan Indonesia dengan Perusahaan Pertahanan Turki
Istimewa
PT Falah Inovasi Teknologi (Falah) dan Havelsan merupakan perusahaan pertahanan asal Turki telah sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan berbagai produk untuk pelatihan dan simulasi.  

TRIBUNGORONTALO.COM - Sejumlah Industri Pertahanan (Inhan) Indonesia menjalin kerja sama, dalam penyelenggaraan Indo Defence 2022 Expo and Forum di JI Expo Kemayoran, Rabu (2/11/2022).

Penandatanganan disaksikan Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto merupakan rangkaian kunjungan Presiden Jokowi ke pameran Internasional Industri Pertahanan Indo Defence 2022 Expo.

Diketahui, salah satu industri pertahanan Indonesia, yakni PT Falah Inovasi Teknologi (Falah) dan Havelsan merupakan perusahaan pertahanan asal Turki telah sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan berbagai produk untuk pelatihan dan simulasi. 

Kerja sama itu dimulai dengan pengembangan shooting simulator, parachute simulator dan flight simulator.

Komisaris sekaligus CTO Falah, Deni Muslim, menyampaikan bahwa Havelsan adalah mitra strategis, untuk teknologi dalam pengembangan berbagai produk training dan simulasi.

“Kita sangat gembira dapat menjalin kerja dengan Havelsan, karena mereka memiliki pengalaman yang panjang dan memiliki visi serta semangat yang sama terutama terkait pengembangan industri dan transfer of technology,” kata Deni di Jakarta, Rabu (2/10/2022).

Noviayana CEO Falah menceritakan bahwa penandatanganan MoU pada hari ini merupakan babak baru bagi kedua pihak setelah pertemuan pertama di event International Defence Exhibition (IDEX) Abu Dhabi 2021 silam. 

“Kami bertemu pertama kali di IDEX 2021 Abu Dhabi dan berlanjut pada due diligence, saling mengunjungi, kami berkunjung ke Ankara dan mereka berkunjung ke Jakarta.” ujar Noviayana.

Sejak awal berdiri Falah memfokuskan produknya pada pelatihan militer dan non-militer menggunakan teknologi canggih seperti augmented reality dan virtual reality. 

Falah memiliki sistem manajemen pembelajaran sendiri dan platform virtual training suite untuk berbagai konten yang dibutuhkan.

Saat ini, Falah telah mengembangkan banyak konten dan skenario pelatihan yang dibuat khusus untuk pelatihan perawatan pesawat, sistem pembelajaran bahasa virtual reality, dan berbagai materi pelajaran e-learning lainnya.

Kedepannya, Havelsan dan Falah akan terus mengembangkan produk dan menembus pasar baru bersama-sama di Indonesia atau belahan dunia lainnya.

“Era pasca pandemi ini memungkinkan kita untuk melakukan berbagai pembelajaran dan pelatihan dengan metode digital dan virtual. Ini dibutuhkan tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh belahan dunia. Falah optimis dapat menembus pasar baru di luar negri bersama Havelsan,” tutup Noviayana.

Dalam kerangka kerja sama ini, Falah akan melakukan inovasi pada perangkat keras dan perangkat lunak dari sistem agar dapat sesuai dengan kebutuhan aparat militer Indonesia, aparat keamanan, aparat penegak hukum dan berbagai pasukan khusus. 

Inovasi dilakukan termasuk namun tidak terbatas pada penyesuaian parasut, senjata dan kustomisasi pesawat, serta visual database Indonesia dan berbagai skenario pelatihan khusus.

Pada kesempatan yang sama, CEO Havelsan, Mehmet Akif Nacar, menyampaikan bahwa Indonesia dan Asia Tenggara memiliki posisi penting bagi Havelsan dan Falah adalah mitra yang tepat.

“Kami sangat gembira memiliki Falah sebagai mitra kami. Mereka memiliki kemampuan dan sumber daya yang mumpuni dalam pengembangan berbagai produk. 

"Saat ini kami juga secara aktif mengikuti berbagai proyek terkait militer dan non-militeri Indonesia,” ujar Naca.

Havelsan, perusahaan pertahanan asal Turki milik Turkish Air Force Foundation, telah berkecimpung di industri ini sejak 1982 dan memberikan banyak solusi bagi kebutuhan militer dan non-militer.

Produk-produk dikembangkan Havelsan bertujuan agar pelatihan menjadi lebih cepat, efisien, hemat biaya dan dapat dilakukan berulang-ulang. Pelatihan juga dibangun dengan skenario dan lingkungan yang realistis serta bebas resiko.

Pada acara tersebut, Prabowo Subianto mengatakan bahwa rangkaian penandatanganan tersebut adalah wujud nyata komitmen Kementerian Pertahanan untuk dapat mewujudkan industri pertahanan lokal yang maju, kuat, mandiri, dan berdaya saing.

Menurut Prabowo, hal itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar setiap belanja pertahanan dapat dijadikan sebagai investasi pertahanan untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Presiden berharap agar teknologi pertahanan berkembang dengan pesat dan kita harus segera ikuti dan harus berjuang keras,” kata Menhan Prabowo. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved