Rabu, 18 Maret 2026

Pilpres 2024

Puan Disukai 50 Persen Pemilih, Pengamat Politik IAIN Gorontalo: Baik bagi Demokrasi Pilpres 2024

Puan Maharani disukai 50 persen pemilih untuk maju Pilpres 2024. Sosok Puan menjadi perwakilan perempuan untuk Pilpres 2024.

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Puan Disukai 50 Persen Pemilih, Pengamat Politik IAIN Gorontalo: Baik bagi Demokrasi Pilpres 2024
TribunGorontalo.com
Baliho Puan Maharani di Jalan Trans Sulawesi antara Gorontalo dan Manado. Puan Maharani disukai 50 persen pemilih untuk maju Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Puan Maharani disukai 50 persen pemilih untuk maju Pilpres 2024.

Sosok Puan menjadi perwakilan perempuan untuk Pilpres 2024. Diketahui, Puan yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu digadang sebagai Capres dari PDIP untuk Pilpres 2024.

Dari beberapa nama perempuan yang diisukan untuk maju Pilpres 2024, Puan menguat sebagai Capres dari PDIP.

Pengamat politik dari IAIN Sultan Amai Gorontalo Hendra Yasin mengatakan bahwa Puan Maharani merupakan sosok yang representatif bagi kaum perempuan untuk maju Pilpres 2024. Walaupun memang ada beberapa nama perempuan lainnya yang diusung sebagai Capres dan Cawapres untuk Pilpres 2024.

Dari kacamata Hendra, ada beberapa nama perempuan yang diisukan sebagai Capres dan Cawapres di Pilpres 2024, yakni Sri Mulyani, Khofifah Indar Parawansah, Susi Pudji Astuti, Retno Marsudi dan Tri Rismaharini.

"Bahkan sebelumnya satu-satunya perempuan yang sebagai Presiden hanya Ibu Megawati Soekarno Putri," kata Hendra kepada TribunGorontalo.com melalui telepon selular, Selasa (1/11/2022).

Menurut Hendra Yasin, perempuan ikut terlibat aktif dalam politik itu baik secara demokrasi.
Menurut Hendra Yasin, perempuan ikut terlibat aktif dalam politik itu baik secara demokrasi. (TribunGorontalo/Husnul Puhi)

Sudut pandang Hendra, jika seorang perempuan itu dapat berkecimpung di dunia politik ataupun menjadi Presiden dan kepala daerah di Indonesia, maka kebijakan yang berhubungan dengan hak-hak perempuan dapat terealisasikan.

"Bagi saya ketika perempuan ikut terlibat aktif dalam politik itu baik secara demokrasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Hendra mengatakan, nama perempuan yang diisukan maju di Pilpres 2024 itu layak dijadikan Capres dan Cawapres.

Hanya saja, yang menjadi pertimbangan adalah soal potensi menang atau tidak.

"Semua kan tergantung survei dan kepercayaan publik dalam memilih di Pilpres 2024," tandasnya.

Hasil survei terbaru yang dirilis Direktur Eksekutif Kedaikopi, Kunto Adi Wibowo, terkait dengan “Survei Opini Publik pada Pemimpin Perempuan” sangatlah menarik.

Survei ini dapat menjadi antitesis atau survei alternatif dari survei lain yang disuguhkan kepada publik, yang kerapkali mengarah pada kandidat calon presiden laki-laki.

Baca juga: Selamatkan PDIP: Puan Maharani Harus Tampil di Pilpres 2024 untuk Lawan Kapitalis

Hasil survei tersebut menyebutkan, penerimaan publik terhadap presiden perempuan meningkat signifikan, dari 34,2 persen di bulan November 2021 menjadi 55,5 persen di Agustus 2022.

Hal itu tentu menjadi angin segar, artinya masyarakat sudah semakin terbuka dengan pemimpin perempuan karena kepemimpinan perempuan di tingkat nasional mampu mengatasi permasalahan yang terjadi di Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved