Pilpres 2024
Selamatkan PDIP: Puan Maharani Harus Tampil di Pilpres 2024 untuk Lawan Kapitalis
Puan Maharani harus tampil dalam kontestasi Pilpres 2024 untuk menyelamatkan marwah PDIP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/011022-PDIP-puan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Puan Maharani harus tampil dalam kontestasi Pilpres 2024 untuk menyelamatkan marwah PDIP.
Indonesia sangat butuh trah Soekarno dalam PDIP untuk menghadapi pemikiran kapitalistik para elite bangsa.
Nah, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri diharapkan segera mengumumkan capres untuk menghindari ancaman perpecahan dari internal partai.
Pengamat demokrasi Rocky Gerung mengatakan, PDIP harus tumbuh dalam watak sesungguhnya, yakni prinsip-prinsip Soekarno.
"Tanpa prinsip Soekarno PDIP bukan partai. Nah, Puan harus betul-betul dipaksa menjadi kader PDIP," ujar Rocky dalam wawancara dengan Hersubeno Arief dari FNN yang ditayang kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (31/10/2022).
Kata dia, ini periode kedua Puan, kalau tidak menjadi capres atau masuk radar politik bangsa, orang takkan ingat lagi PDIP punya kader yang namanya Puan Maharani.
"Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) harus tampil ke publik dan umumkan capres. Ini tinggal 3 semester," katanya.
Menurut analisis Rocky, PDIP akan kehilangan banyak waktu untuk konsolidasi menghadapi Pilpres 2024 jika tidak segera umumkan capres.
"Tidak baik, hanya akan untungkan lawan politik seperti Anies Baswedan dengan relawan yang sudah di mana-mana," ujarnya.
"Toh, kalau pun Anies menang PDIP tetap beroposisi. Tidak bagus bagi demokrasi, capres menang mutlak dan tidak ada oposisi," kata pria yang pernah mengajar filsafat di Universitas Indonesia ini.
Kata Rocky, PDIP perlu hadir terus dalam perjalanan bangsa. "Tanpa PDIP orang akan lupa kepada Soerkarno. Biarkan PDIP tumbuh yang memang didesain untuk menumbuhkan lagi pikiran Soekarno," ujarnya.
Lanjut dia, sangat mungkin pikiran Soekarno relevan menghadapi pikiran Jokowi (Presiden Joko Widodo) yang kapitalistik.
Dukungan Publik
Dukungan publik terhadap presiden perempuan mencapai 55,5 persen. Artinya, saatnya Puan Maharani maju Pilpres 2024.
Ketertarikan publik terhadap figur capres perempuan naik pada survei 3 - 18 Agustus 2022. Sebelumnya pada jajak pendapat November 2021 hanya 34,2 persen yang tertarik presiden perempuan.