Minggu, 22 Maret 2026

Pilpres 2024

Puan Maharani Layak Maju Pilpres 2024, Peneliti BRIN Beber Kelebihan Presiden Perempuan

Dukungan publik terhadap presiden perempuan mencapai 55,5 persen. Artinya, saatnya Puan Maharani maju Pilpres 2024.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Puan Maharani Layak Maju Pilpres 2024, Peneliti BRIN Beber Kelebihan Presiden Perempuan
TribunGorontalo.com
Baliho Puan Maharani di Jalan Trans Sulawesi antara Manado dan Gorontalo. Dukungan publik terhadap presiden perempuan mencapai 55,5 persen. Artinya, saatnya Puan Maharani maju Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Dukungan publik terhadap presiden perempuan mencapai 55,5 persen. Artinya, saatnya Puan Maharani maju Pilpres 2024.

Ketertarikan publik terhadap figur capres perempuan naik pada survei 3 - 18 Agustus 2022. Sebelumnya pada jajak pendapat November 2021 hanya 34,2 persen yang tertarik presiden perempuan.

Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro pun menegaskan saatnya Indonesia dipimpin presiden perempuan.

Ketua DPR RI Puan Maharani dinilai Siti sudah layak memimpin negara ke depan.

Siti dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (30/10/2022), menilai Puan Maharani memiliki pengalaman cukup panjang dalam politik serta matang.

Pilpres 2024 waktu tepat untuk Puan Maharani maju ke tahapan yang lebih tinggi sebagai presiden.

Puan adalah kerinduan banyak perempuan di Indonesia yang menginginkan kepemimpinan nasional dikendalikan perempuan.

Dengan jumlah mayoritas penduduk adalah perempuan, maka sangat wajar jika perempuan harus turun gunung untuk mengambil alih kepemimpinan nasional, sehingga momentum Puan Maharani adalah saat ini.

"Ibarat buah, beliau sudah matang pohon, jadi sudah saatnya. Beliau bukan tiba-tiba muncul karena awal sekali menjadi anggota partai terlebih dahulu, maju sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ketua Fraksi, Menteri, dan saat ini Ketua DPR perempuan pertama," ungkap Siti dikutip dari Antara.

Maka dari itu, sambung dia, kini saatnya Puan menjadi presiden. Sebagai sesama perempuan, dirinya mendukung Puan maju menjadi presiden.

Siti menyebutkan masyarakat khususnya perempuan harus memiliki preferensi politik untuk memilih calon-calon presiden sesama perempuan. Hal itu bukan tanpa alasan karena sekian lama perempuan belum mendapat tempat yang benar-benar terbuka luas di masyarakat untuk menjadi pemimpin.

Kemampuan perempuan sebenarnya tidak kalah, bahkan bisa jauh melampaui laki-laki. Maka dari itu sudah seharusnya perempuan Indonesia mendukung dengan semangat perempuan dukung sesama perempuan.

Lebih dari itu, kata dia, pemimpin perempuan memiliki keunggulan tersendiri, antara lain memiliki kepekaan emosional, empati dan simpati yang baik, sangat detail, dan kehalusan budi bahasanya membuat banyak persoalan bisa teratasi dengan baik.

"Hal lain adalah banyak persoalan selama ini terkait perempuan seperti kekerasan, ketimpangan, kematian ibu dan anak, stunting atau gizi buruk, serta perlakuan diskriminatif akan lebih mudah diatasi oleh sesama perempuan karena wanita paham dengan baik kondisi dan persoalannya. Apa yang jadi persoalan perempuan itu butuh sentuhan perempuan," tuturnya.

Dia memberi contoh soal keberpihakan Puan yang sangat jelas pada isu kekerasan seksual, stunting, dan kesempatan kerja untuk perempuan pada saat Puan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) serta Ketua DPR saat ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved