Selasa, 3 Maret 2026

Pilpres 2024

KPK Lirik Kasus 'Kotak Durian': Sinyal Tak Direstui Duet Prabowo - Muhaimin Maju Pilpres 2024

Ekskalasi politik Pilpres 2024 semakin memanas! Dimunculkan kembali kasus 'kotak durian' dinilai akan melemahkan elektabilitas Prabowo Subianto.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto KPK Lirik Kasus 'Kotak Durian': Sinyal Tak Direstui Duet Prabowo - Muhaimin Maju Pilpres 2024
Kolase TribunGorontalo.com
Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar. Ekskalasi politik Pilpres 2024 semakin memanas! Dimunculkan kembali kasus 'kotak durian' dinilai akan melemahkan elektabilitas Prabowo Subianto. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Ekskalasi politik Pilpres 2024 semakin memanas! Dimunculkan kembali kasus 'kotak durian' dinilai akan melemahkan elektabilitas Prabowo Subianto.

Kasus 'kotak durian' menyeret nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Sementara Muhaimin Iskandar akan dipasangkan sebagai cawapres dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Dibongkar lagi kasus kotak duren. Tapi sebetulkan arah bukan pada Cak Imin (Muhaimin Iskandar), arahnya pasti kepada pak Prabowo kan," ujar pengamat politik Rocky Gerung saat diwawancarai Hersubeno Arief dari FNN dalam acara podcast di kanal Rocky Gerung Official pada Minggu (30/10/2022).

Kata Rocky, Prabowo akan duet dengan Cak Imin dan alam waktu dekat segera deklarasi capres - cawapres.

Ada kekhawatiran suara PKB akan bergabung dengan suara Prabowo. Ini tentunya akan memberatkan lawan politik nanti.

"Bagi pihak tertentu mendukung pak Prabowo untuk maju bertarung di Pilpres 2024 tapi jangan dengan Cak Imin," ujarnya.

Bacaan politiknya, Cak Imin tak disukai berpasangan dengan Prabowo. Kalau kedua kekuatan bersatu bisa memenangkan pilpres nanti.

"Kardus Durian" di Kemenaker Jadi Perhatian KPK

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyatakan, kasus dugaan korupsi ‘kardus durian’ yang menyeret nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi perhatian.

Firli mengatakan, perhatian tetap diberikan terhadap kasus yang terjadi pada kurun waktu 2014 itu.

“Terkait dengan perkara lama tahun 2014 kalau tidak salah tu, yang disebut dengan ‘kardus durian’ ini juga menjadi perhatian kita bersama,” ujar Firli dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Kamis (27/10/2022).

Lebih lanjut, Firli meminta masyarakat untuk terus mengawal komisi antirasuah. Ia berjanji akan mengumumkan perkembangan dugaan kasus korupsi yang sedang ditangani.

“Tolong kawal KPK ikuti perkembangannya dan KPK pastikan setiap perkara pasti disampaikan kepada rekan-rekan semua,” tuturnya.

Sebagai informasi, skandal kardus durian merupakan kasus dugaan korupsi terkait proyek Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) Transmigrasi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved