Arti Kata
Apa Itu Fomepizole? Obat Penawar Gagal Ginjal Akut yang Bakal Dibagikan Pemerintah Gratis
Impor dari Singapura hingga Amerika, Pemerintah bakal bagikan Fomepizole obat penawar untuk pasien gagal ginjal akut anak, apa itu Fomepizole?
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ilustrasi-gagal-ginjal.jpg)
Menunda administrasi memungkinkan untuk generasi metabolit berbahaya.
Baca juga: Apa Itu Etilen Glikol? Senyawa Kimia di Obat Sirup yang Diduga Sebabkan Gagal Ginjal Akut Anak
Fomepizole Diberikan Gratis
Dilansir TribunGorontalo.com dari Kemenkes RI, Fomepizole diberikan gratis kepada semua pasien gagal ginjal akut misterius pada anak.
Pemerintah telah mendatangkan 42 Antidotum Fomepizole dari Singapura dan Australia, dan akan segera mendatangkan ratusan vial dari Jepang dan Amerika.
Fomepizole akan didistribusikan ke rumah sakit rujukan dan diberikan secara gratis sebagai bagian dari pengobatan pasien gagal ginjal akut misterius pada anak.
Baca juga: Volume Air Kencing Anak Berkurang? Dinkes Gorontalo: Bisa Jadi Gangguan Ginjal Akut
Apakah Fomepizole Efektif?
Kemenkes RI mengklaim bahwa pasien anak gagal ginjal akut yang telah diberi penawar berupa Fomepizole terus mengalami perbaikan klinis.
Pasien anak penderita gagal ginjal akut sudah bisa mengeluarkan air seni (BAK) bahkan kadar zat berbahaya Etilen Glikol pun tidak terdeteksi lagi.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Kompas.com, Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril menyebutkan bahwa kondisi 10 dari 11 pasien gangguan ginjal akut misterius yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), telah membaik.
Baca juga: Apa Itu Gagal Ginjal Akut? Penyakit yang Secara Misterius Serang Anak-anak di Indonesia
Menurut Syahril, 10 pasien tersebut membaik setelah diberikan obat penawar (antidotum) Fomepizole yang berfungsi mengikat racun di dalam ginjal manusia.
"Dari hasil pemberian obat Fomepizole, 10 dari 11 pasien yang telah diberikan Fomepizole terus mengalami perbaikan secara klinis," ujar Syahril dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa (25/10/2022).
Syahril mengatakan bahwa setelah pemberian obat Fomepizole kepada pasien, tidak ada kasus kematian di RSCM.
"Tidak ada kematian dan tidak ada perburukan lebih lanjut. Anak tersebut sudah dapat mengeluarkan air kecil atau air seni. Dan dari hasil pemeriksaan laboratorium, kadar etilen glikol dari 10 anak tersebut sudah tidak terdeteksi," ungkap Syahril.
Selain mengimpor dari Singapura, lanjut Syahril, Kemenkes RI akan mendatangkan obat serupa dari Jepang dan Amerika Serikat dengan total 200 vial kemudian dibagikan secara gratis.
"Dan akan segera didistribusikan ke rumah sakit rujukan pemerintah di seluruh Indonesia. Obat ini gratis tidak berbayar bagi pasien," kata Syahril.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar) (Kompas.com/Fika Nurul Ulya)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenkes: Setelah Diberi Fomepizole, 10 dari 11 Pasien Gangguan Ginjal Akut di RSCM Membaik"