Funco Tanipu: Toleransi Umat Beragama di Gorontalo Bukan Wacana Impor
Menurut dia, praktik toleransi di Gorontalo telah berurat dan berakar, serta memiliki catatan sejarah yang lama.
TRIBUNGORONTALO.COM – Funco Tanipu Dosen Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyebut konsep toleransi antar umat beragama di Gorontalo bukanlah wacana impor.
Menurut dia, praktik toleransi di Gorontalo telah berurat dan berakar, serta memiliki catatan sejarah yang lama.
“Di Gorontalo, toleransi bukan wacana impor. Toleransi di Gorontalo bersumber dari kebiasaan dan laku spiritual lokal.” ungkap dia.
Sepanjang ingatannya, belum pernah ada sejarah konflik agama di Gorontalo.
Memang pernah ada kejadian sentimen keagamaan di tahun 1992, yakni protes warga terkait kekeliruan oknum yang menggunakan kertas fotocopy yang bertuliskan ayat al Qur’an untuk membungkus sesuatu di tokonya.
Namun, itu hanya terkait dengan oknum, bukan sikap kolektif.
Praktik toleransi agama di Gorontalo berjalan normal dan bahkan hidup.
Terlihat di desa-desa yang memiliki banyak penduduk non muslim seperti Londoun, Karangetang, Kaaruyan, Banuroja dan banyak desa-desa yang memiliki keragaman.
“Kehidupan antar agama di desa-desa tersebut terbukti bisa berjalan secara normal selama puluhan tahun. Agama-agama berdampingan tanpa ada sentimen yang berlebihan.” katanya.
Jika ditelisik, basis nilai di Gorontalo yang memperkuat toleransi adalah huyula atau kerja sama sosial tanpa pamrih.
Orang Gorontalo dikenal ikhlas berkorban, dan mendahulukan kepentingan bersama.
Secara umum, hal itu diikat dengan awota atau persaudaraan. Dalam awota dalah soal kesatuan rasa dalam hidup bersama.
Selain itu ada pula tolianga (kasih sayang) yang ikut memperkuat rasa persaudaraan itu.
Nilai lain adalah karena faktor pengetahuan lokal mengenai keadilan, penghormatan, dan penghargaan yang mengikat antar sesama serta menjadi basis perilaku.
“Intoleransi biasanya lahir dari ketidakadilan dalam distribusi ekonomi, hal ini tidak terjadi di Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2710_Toleransi.jpg)