Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-244: Zelensky Desak Israel untuk Gabung, Lawan Pasukan Putin
Kondisi terkini perang, Selasa (25/10/2022): Zelensky desak gabung Ukraina dalam perang melawan Rusia hingga minta bantuan sistem pertahanan udara.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelenskyy_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang yang terjadi di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Selasa (25/10/2022) telah berlangsung 244 hari lamanya.
Kabar terbaru di antaranya adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak Israel untuk bergabung dalam perang melawan Rusia dan kembali meminta bantuan sistem pertahanan udara Israel.
Invasi ini dimulai sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.
Putin juga menyebut invasi ini sebagai 'operasi militer khusus' dengan tujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-243: Khawatir Diserang Balik, Rusia Desak Warga Kherson Kabur
Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga tersebut hingga kini berlanjut dan belum tampak akan segera berakhir.
Bahkan menurut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, perang Rusia vs Ukraina dapat berlangsung selama beberapa tahun.
Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-244 perang Rusia dengan Ukraina:
- Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan kepada Barat bahwa perang di Ukraina sedang menuju “eskalasi yang tidak terkendali” di tengah bukti bahwa Kremlin sedang berpikir untuk menanggapi kekalahan yang diantisipasi di sekitar Kota Kherson.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-242: Rudal Pasukan Putin Hantam Fasilitas Listrik, Ukraina Gelap
- Cengkeraman Rusia atas kota Kherson, di bagian Ukraina selatan tampak semakin rapuh.
Pasukan Rusia yang tampaknya bersiap untuk mundur dari tepi timur Sungai Dnieper, memerintahkan evakuasi baru warga sipil dan meletakkan dasar untuk kemungkinan hilangnya kota Kherson itu sendiri.
Semua warga sipil diperintahkan untuk segera mengungsi selama akhir pekan dalam menghadapi serangan balasan Ukraina.
- Semua orang yang tersisa di Kherson telah diundang untuk bergabung dengan milisi lokal yang baru dibentuk.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-240: Terlibat, Iran Dijatuhi Sanksi Inggris dan Uni Eropa
Dalam sebuah pemberitahuan di Telegram, otoritas pendudukan mengatakan bahwa pria memiliki “kesempatan” untuk bergabung dengan unit pertahanan teritorial jika mereka memilih untuk tetap berada di Kherson atas kemauan mereka sendiri.
Untuk diketahui, memaksa warga sipil untuk berdinas di angkatan bersenjata negara pendudukan didefinisikan sebagai pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa.
- Rusia membawa unit militer baru ke Kherson saat bersiap untuk mempertahankan kota dalam menghadapi serangan balasan Ukraina, kata Kepala Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina Kyrylo Budanov
Budanov juga mengatakan Rusia akan memperlambat kemajuan pasukan Ukraina di selatan hanya sekitar dua minggu jika meledakkan bendungan hidroelektrik Kakhovka di dekat Kherson.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-239: Putin Umumkan Darurat Militer di 4 Wilayah yang Dicaplok
- Ukraina dan Amerika Serikat mengecam saran dari Rusia bahwa Ukraina sedang bersiap untuk menggunakan "bom kotor" sebagai kebohongan yang berbahaya.
“Jika Rusia menelepon dan mengatakan bahwa Ukraina diduga sedang mempersiapkan sesuatu, itu berarti satu hal, Rusia telah menyiapkan semua ini,” ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam sebuah pidato video.
Dewan Keamanan Nasional AS juga menolak klaim Shoigu soal eskalasi di Kherson.
"Dunia akan melihat melalui segala upaya untuk menggunakan tuduhan ini sebagai dalih untuk eskalasi," bunyi pernyataan Gedung Putih.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-238: Pasukan Putin Serang Pembangkit Listrik Kyiv, 3 Orang Tewas
- Pengawas nuklir PBB (IAEA) sedang mempersiapkan untuk mengirim inspektur dalam beberapa hari mendatang ke dua situs Ukraina.
Hal ini sebagai tindak lanjut dari permohonan Kyiv yang meminta misi ahli nuklir PBB dikirim untuk membantah klaim Rusia bahwa Ukraina berencana untuk menggunakan "bom kotor".
- AS tidak memiliki indikasi bahwa Rusia telah memutuskan untuk menggunakan senjata nuklir, biologi atau kimia, kata seorang pejabat militer AS.
AS yakin Rusia “menjaga jalur komunikasi tetap terbuka” setelah Moskow meminta panggilan antara Menhan AS Lloyd Austin dan Menhan Rusia Sergei Shoigu pada hari Minggu (23/10/2022).
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-237: Ibu Kota Kyiv Diserang Drone Kamikaze, 4 Warga Sipil Tewas
- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan langkah-langkah mendesak diperlukan untuk meringankan simpanan lebih dari 150 kapal yang terlibat dalam kesepakatan yang memungkinkan Ukraina mengekspor biji-bijian dari pelabuhan di Laut Hitam.
Ukraina mengatakan inspeksi Rusia yang telah menciptakan penundaan "signifikan" untuk ekspor produk makanan Ukraina "bermotivasi politik" dan menjadi perhatian.
- Zelensky telah mendesak Israel untuk bergabung dalam perang melawan Rusia dan mengulangi seruan untuk sistem pertahanan udara Israel.
Israel diketahui mengutuk invasi Rusia tetapi membatasi bantuannya pada pengiriman bantuan kemanusiaan dan peralatan pertahanan ke Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-236: 9.000 Tentara Putin Dikerahkan di Perbatasan Belarus
Baru-baru in Israel menawarkan untuk membantu Ukraina mengembangkan peringatan serangan udara untuk warga sipil.
Namun Zelensky mengatakan bahwa hal itu tidak cukup dan meminta para pemimpin Israel mempertimbangkan kembali pengiriman pertahanan udara juga.
- Pasukan operasi khusus Ukraina mengatakan bahwa instruktur drone Iran telah terlihat di Belarus.
Menurut pasukan operasi khusus, korps penjaga revolusioner Islam Iran sedang melatih pasukan Rusia di Belarus dan mengoordinasikan peluncuran drone buatan Iran.
Baca juga: Apa Itu Drone Kamikaze? Pesawat Tanpa Awak Buatan Iran yang Dipakai Rusia untuk Serang Ukraina
- Para pemimpin nasional, pakar pembangunan, dan CEO akan berkumpul di Berlin, Jerman pada hari Selasa ini untuk konferensi.
Konferensi itu membahas tentang apa yang dikatakan tuan rumah sebagai rencana Marshall untuk membangun kembali Ukraina setelah invasi Rusia.
Konferensi yang diselenggarakan oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Komisi Eropa itu tidak akan melibatkan janji konkrit berupa uang tunai untuk perkiraan biaya rekonstruksi 750 miliar dolar.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)