Selasa, 17 Maret 2026

Pilpres 2024

Kalahkan Pemilih Nasdem, Massa PKS dan Demokrat Pilih Anies Baswedan di Pilpres 2024

Anies Baswedan paling banyak dipilih massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat pada survei Pilpres 2024.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Kalahkan Pemilih Nasdem, Massa PKS dan Demokrat Pilih Anies Baswedan di Pilpres 2024
Kolase TribunGorontalo.com
Surya Paloh dan Anies Baswedan. Anies Baswedan paling banyak dipilih massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat pada survei Pilpres 2024. 

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan, partainya bersama Demokrat dan PKS membentuk tim kecil untuk mematangkan rencana koalisi.

Baca juga: Pilpres 2024 Satu Putaran jika Diikuti Puan Maharani - Prabowo - Airlangga

Dalam pertemuan tim kecil tersebut beberapa waktu lalu, ada sejumlah hal penting yang dibahas, termasuk soal nama cawapres.

“Ada beberapa hal penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut, seperti kriteria pasangan bakal calon wakil presiden yang cocok mendampingin Anies Rasyid Baswedan,” kata Willy dilansir dari siaran pers Nasdem, Jumat (21/10/2022). 

Namun, tampaknya, sulitnya koalisi ini tak menjadi beban besar buat Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Paloh mengaku, tak jadi masalah jika partainya gagal mengusung Anies Baswedan sebagai capres karena tidak terjadi koalisi antara Nasdem dengan parpol lain.

Dia mengatakan, Nasdem tidak terbebani dengan rencana koalisinya bersama Demokrat dan PKS.

"Ya apa boleh buat, enggak ada masalah. Kita enggak ada beban yang tinggi sekali. Enggak ada beban," kata Paloh di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10/2022). 

"Jangan dipikir ini hidup matinya (Nasdem). Tapi, hak-hak konstitusional jangan dikurangi satu sama lain kan itu yang kita mau," tuturnya.

Mungkin bubar Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Ari Junaedi menilai, sulitnya mewujudkan koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS tidak lain karena masing-masing partai berkeras hati dengan ego mereka.

Demokrat ngotot ingin AHY jadi cawapres, sedangkan PKS tak mau mengalah mengajukan nama Ahmad Heryawan. 

Sementara, Nasdem kukuh pada pendiriannya untuk mengusung cawapres di luar ketiga partai. Jika cawapres diambil dari salah satu kader Demokrat atau PKS, kata Ari, justru rencana koalisi ketiga parpol bisa bubar karena munculnya kecemburuan salah satu partai.

"Jika tidak ada titik temu maka ada baiknya ditempuh dengan cara win-win solution yaitu mencari 'pasangan pengantin' bagi Anies di luar cawapres ya g diusulkan Demokrat maupun PKS," kata Ari kepada Kompas.com, Senin (24/10/2022). 

Menurut Ari, Nasdem harus menekan keinginan PKS dan Demokrat karena hanya nama Anies yang menjual. Sementara, cawapres yang diusulkan Demokrat maupun PKS tak seberapa elektabilitas dan popularitasnya.

Surya Paloh mesti lebih tegas menentukan cawapres dari luar koalisi untuk menutupi kelemahan Anies yang selama ini dilabeli sebagai sosok antitoleransi dan antitesis Jokowi.

Baca juga: Airlangga Kode Capres KIB di Pilpres 2024: Ganjar Pranowo Tidak Masuk Kriteria

Di sisi lain, Demokrat dan PKS juga harus menyadari bahwa potensi kemenangan bisa diraih jika masing-masing partai mengesampingkan ego.

"Pilihannya adalah mau menang atau mereka siap 'berpuasa' lagi untuk lima tahun ke depan pasca-Jokowi mandeg pandito (lengser)," ujar Ari. Ari menambahkan, pertarungan Pilpres 2024 demikian ketatnya. 

Jika ingin menang, Anies harus disandingkan dengan sosok cawapres yang mampu memberikan sumbangsih besar. 

"Potensi Ganjar Pranowo andaikan jadi direkomendasi PDI-P dan Prabowo Subianto dengan pasangannya masing-masing tidak cukup dihadapi Anies dengan cawapres yang memberikan kontribusi suara yang minimal," kata dosen Universitas Indonesia itu.

(*)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Litbang "Kompas”: Pemilih Anies Didominasi Pemilih Partai Demokrat dan PKS"

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved