Selasa, 17 Maret 2026

Pilpres 2024

Kalahkan Pemilih Nasdem, Massa PKS dan Demokrat Pilih Anies Baswedan di Pilpres 2024

Anies Baswedan paling banyak dipilih massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat pada survei Pilpres 2024.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Kalahkan Pemilih Nasdem, Massa PKS dan Demokrat Pilih Anies Baswedan di Pilpres 2024
Kolase TribunGorontalo.com
Surya Paloh dan Anies Baswedan. Anies Baswedan paling banyak dipilih massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat pada survei Pilpres 2024. 

"Padahal di sisi lain banyak ada profesi di masyarakat di luar partai politik yang tidak kalah hebat integritas diri mereka," tuturnya. 

Usulan Nasdem ini tampaknya tak sejalan dengan Demokrat dan PKS. Demokrat misalnya, sejak lama gigih mendorong ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi cawapres. 

Deputi Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengeklaim Anies-AHY paling diharapkan oleh masyarakat.

Dia juga menyebut, kedua tokoh punya elektabilitas besar untuk maju pada Pilpres 2024

"Hasil berbagai lembaga survei dan jajak pendapat yang dilakukan oleh berbagai pihak, bahwa pasangan Anies-AHY memiliki elektabilitas tertinggi dan paling diharapkan oleh masyarakat untuk aspirasi perubahan dan perbaikan," kata Kamhar kepada Kompas.com, Minggu (23/10/2022). 

Menurut Kamhar, Anies yang memiliki pengalaman sebagai kepala daerah dan dari unsur nonparpol idealnya didampingi oleh cawapres yang punya latar belakang berbeda.

AHY dinilai memenuhi kriteria itu, karena berasal dari partai politik dengan latar belakang mantan militer. 

"Mas Ketum AHY memenuhi seluruh kriteria yang telah dipresentasikan dengan kredit poin tertinggi," tuturnya.

Sementara, PKS terang-terangan menyatakan tak sependapat dengan Nasdem soal cawapres dari luar partai koalisi.

Juru Bicara PKS Muhammad Kholid menilai, itu tak adil untuk parpol yang punya kader berkualitas. 

"Karena tidak adil buat parpol yang punya kader yang bagus, yang berkualitas, tiba-tiba disyaratkan enggak boleh maju sebagai cawapres. Enggak adil dong," katanya saat ditemui di Hotel Amaris, Jakarta Pusat, Minggu (23/10/2022).

Kholid menyinggung nama Wakil Ketua Majelis Syura PKS yang juga mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Menurut Kholid, partainya akan mengusulkan nama Ahmad Heryawan untuk disimulasikan sebagai cawapres yang disandingkan dengan usulan dari Demokrat dan Nasdem.

"Nanti kita simulasikan mana yang paling bagus kapasitas untuk menangnya, kapasitas untuk mengelola pemerintahannya, kapasitas untuk menyatukan tim ini sebagai suatu kesatuan yang solid, menyatukan bangsa Indonesia biar enggak ada polarisasi," ujar dia.

Tak terbebani Meski tak mudah, rencana koalisi Nasdem-Demokrat-PKS masih terus diupayakan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved