Waspada! Setiap 100 Liter Air Sungai Gorontalo Tercemar 300 Partikel Mikroplastik
Bukan tanpa bukti, ESN berkolaborasi dengan Institute for Humanities and Development Studies (InHIDES) Gorontalo menemukan,
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) menemukan rantai makanan perairan Gorontalo tercemar mikroplastik.
“Mikroplastik adalah serpihan plastik berukuran kurang dari 5 mm yang berasal dari hasil pemecahan dari sampah plastik seperti sachet, tas kresek, Styrofoam, botol plastik, sedotan, alat penangkap ikan, popok dan sampah plastik lainnya,” ungkap Prigi Arisandi, peneliti ESN, Selasa (18/10/2022).
Bukan tanpa bukti, ESN berkolaborasi dengan Institute for Humanities and Development Studies (InHIDES) Gorontalo menemukan, setiap 100 liter air Sungai Bone, mengandung 300 partikel mikroplastik.
Sampel pengujian kandungan mikroplastik di 100 liter air pertama diambil di sejumlah titik di Sungai Bone, di antaranya di bawah Jembatan Talumolo 1 dan 2, kemudian di Bendungan Alale, Bone Bolango, serta di bawah Jembatan Kalengkoan, Sungai Bolango, Senin (17/10/2022).
“Hasil studi jenis mikroplastik yang kami lakukan hari ini Senin (17/10) pada tiga lokasi di Jembatan Kalengkongan, jembatan Talumolo 1 dan 2 rata-rata kandungan mikroplastik dalam 100 liter air bone adalah 300 partikel mikroplastik,” kata Alif Lutfi Ikhsanul Fikri, Peneliti bidang Ekologi dan Penanggulangan Bencana InSIDES.
Temuan ini semakin dikuatkan dengan adanya kajian terbaru 2022 dari Mahasiswa Program studi Kesehatan masyarakat Universitas Negeri Gorontalo.
Mahasiswa itu menemukan, bahwa ikan Cakalang di Tempat Pelelangan Ikan Gorontalo terkontaminasi Mikroplastik. Dalam lambung ikan ditemukan 1-4 partikel mikroplastik.
Lalu ada pula penelitian sebelumnya pada tahun 2019. Ditemukan dalam sedimen di lima lokasi di Perairan Gorontalo mengandung mikroplastik.
Prigi Arisandi menjelaskan, mikroplastik ini masih jadi masalah besar di Kota Gorontalo, meski secara persentase, pelayanan sampah di wilayah itu telah mencapai 87 persen.
Karena tetap saja kata dia, banyak ditemukan timbunan sampah liar di bantaran sungai ataupun pada lahan-lahan terbuka. Pembuangan sampah di tepi sungai inilah sumber terbentuknya mikroplastik di perairan Gorontalo.
Perlu diketahui, mikroplastik termasuk senyawa pengganggu hormon, apabila masuk ke dalam tubuh manusia, akan mempengaruhi sistem hormonal reproduksi dan metabolisme.
“Salah satu dampak mikroplastik dalam tubuh manusia adalah diabetes mellitus, penurunan kualitas dan kuantitas sperma dan menopause lebih awal” ungkap Prigi Arisandi katanya.
Apalagi, mikroplastik di air akan mengikat polutan di air seperti logam berat, pestisida dan detergen dalam air.
“Jika dalam air terdapat mikroplastik maka mikroplastik akan menyerap polutan dalam air, dalam sungai Bone saat ini tercemar logam berat Mn senyawa klorin dan phospat maka adanya mikroplastik akan menyerap dan mengikat logam berat, “ ungkap Prigi.
Juga, mikroplastik ini akan menjadi media tumbuh bakteri patogen. Penemuan mikroplastik dalam tubuh ikan akan menjadi ancaman baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/18102022_Ekspedisi-Sungai-Nusantara-x-InHIDES.jpg)