Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-236: 9.000 Tentara Putin Dikerahkan di Perbatasan Belarus
Kondisi terkini perang, Senin (17/10/2022): sekitar 9.000 tentara Rusia diterjunkan di Belarus untuk lindungi perbatasan dari ancaman Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang yang terjadi di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Senin (17/10/2022) telah berlangsung selama 236 hari.
Kabar terbaru di antaranya adalah sekitar 9.000 tentara Rusia akan dikerahkan di Belarus untuk melindungi perbatasannya sebagai tanggapan atas ancaman dari Ukraina dan Barat.
Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Invasi yang disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' ini bertujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-234: Putin Ogah Bicara dengan Biden yang Dukung Kyiv
Konflik antar negara bertetangga tersebut hingga kini masih berlanjut dan belum tampak tanda-tanda untuk segera berakhir.
Bahkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut perang Rusia vs Ukraina dapat berlangsung hingga beberapa tahun.
Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-236 perang Rusia dengan Ukraina:
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan situasi "sangat parah" terus berlanjut di wilayah Donetsk dan Luhansk timur, dengan pertempuran "paling sulit" di dekat Kota Bakhmut.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-233: Rudal Rusia Hantam Apartemen di Mykolaiv, Lansia Tewas
- Pejabat pro-Kremlin pada Minggu (16/10/2022) menyalahkan Ukraina atas serangan roket yang menghantam kantor wali kota di Donetsk, sebuah kota yang dikendalikan oleh separatis.
Sedangkan pejabat Ukraina mengatakan serangan roket Rusia menghantam sebuah kota di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, di antara target lainnya.
- Lebih dari 30 pemukiman di seluruh Ukraina telah terkena serangan Rusia pada beberapa hari terakhir, menurut militer Ukraina.
Dua sekolah di wilayah selatan Zaporizhzhia dilaporkan hancur dalam serangan yang menargetkan wilayah sipil.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-232: Bulatkan Suara, PBB Kutuk Referendum dan Pencaplokan Putin
- Militer Ukraina mengatakan perkiraan jumlah orang Rusia yang tewas sejak dimulainya perang telah mencapai 65.000.
Pembaruan pada Minggu pagi dari staf umum angkatan bersenjata Ukraina mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat 300 selama 24 jam terakhir.
- Di Ukraina, sebanyak 423 anak telah terbunuh sejak awal invasi, kata Kantor Jaksa Agung Ukraina.
Kejaksaan Agung Ukraina menambahkan bahwa lebih dari 810 anak-anak telah terluka dalam konflik dan jumlah korban anak tertinggi berada di wilayah Donetsk, Kharkiv, dan Kyiv.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-231: Dukung Kyiv, G7 Kutuk Serangan Rudal Pasukan Putin
- Ukraina telah berhasil mempertahankan stabilitas energinya setelah serangan Rusia pekan lalu yang menargetkan bagian-bagian penting dari infrastrukturnya, kata Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal.
Dalam sebuah unggahan di Facebook, Shmyhal mengatakan bahwa dalam tiga hari pertama dalam seminggu, Rusia meluncurkan hingga 130 serangan rudal dan drone terhadap fasilitas sipil dan energi, khususnya di Ibu Kota Ukraina, Kyiv.
- Rusia “mungkin tidak mampu memproduksi amunisi canggih dengan kecepatan yang mereka habiskan”, menurut laporan terbaru dari Kementerian Pertahanan Inggris.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-230: Balas Dendam, Putin Hujani Ukraina dengan Rudal
Kemhan Inggris menyatakan serangan seperti yang diluncurkan di Ukraina pada 10 Oktober 2022, di mana Rusia menembakkan lebih dari 80 rudal jelajah, mewakili “degradasi lebih lanjut dari persediaan rudal jarak jauh Rusia,"
"Yang kemungkinan akan membatasi kemampuan mereka untuk menyerang volume target yang mereka inginkan di masa depan." sambungnya.
- Para pejabat keamanan Amerika Serikat dan sekutunya percaya bahwa Iran telah setuju untuk memberi Rusia rudal permukaan-ke-permukaan dan drone serang yang dimaksudkan untuk digunakan di Ukraina.
Topik ini akan dibahas oleh para menteri luar negeri Uni Eropa dalam pertemuan di Luksemburg pada hari Senin ini.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-229: Serangan Pasukan Putin di Zaporizhzhia Tewaskan 14 Orang
Dalam sebuah pernyataan, Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian “menekankan bahwa republik Islam Iran belum dan tidak akan menyediakan senjata apa pun untuk digunakan dalam perang di Ukraina”.
- Kemhan Belarusia mengatakan bahwa jumlah tentara Rusia yang akan ditempatkan di Belarus sebagai bagian dari "pengelompokan regional" pasukan untuk melindungi perbatasannya tak lebih dari 9.000 personel.
Pekan lalu, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan pasukannya akan dikerahkan dengan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina sebagai bagian dari "pengelompokan bersama".
Lukashenko mengutip apa yang dia katakan sebagai ancaman dari Ukraina dan barat.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-227: Ledakan di Kharkiv hingga Drone Kamikaze Pukul Zaporizhzhia
- Tentara Rusia dilaporkan menembak mati konduktor Ukraina Yuriy Kerpatenko di rumahnya setelah dia menolak untuk ambil bagian dalam aksi di Kherson, wilayah Ukraina yang diduduki pasukan invasi.
Konser itu "dimaksudkan oleh penjajah untuk menunjukkan apa yang disebut 'peningkatan kehidupan damai' di Kherson", kata Kementerian Budaya Ukraina dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya.
- Lembaga thinktank yang berbasis di AS The Institute for the Study of War mengatakan Rusia terus melakukan "deportasi paksa besar-besaran" terhadap warga Ukraina yang "kemungkinan besar merupakan kampanye pembersihan etnis yang disengaja".
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-226: Babak Baru Sanki UE ke Rusia Imbas Pencaplokan 4 Wilayah
Dalam penilaian terbaru tentang konflik tersebut, Institute for the Study of War mencatat bahwa para pejabat Rusia telah “secara terbuka mengakui menempatkan anak-anak dari wilayah pendudukan Ukraina untuk diadopsi dengan keluarga Rusia”.
- Kemiskinan di Ukraina telah meningkat sepuluh kali lipat sejak dimulainya perang, kata seorang pejabat tinggi Bank Dunia.
Arup Banerji selaku direktur regional bank untuk Eropa timur, mengatakan bahwa serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil yang jauh dari garis depan konflik telah memperumit situasi ekonomi yang sudah mengerikan.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-pada-Senin-9-Mei-2022.jpg)