Pilpres 2024
Survei Pilpres 2024: Alasan Ganjar Ungguli Puan Maharani, Massa PDIP Pilih Kader Capres
Massa PDIP akan memilih kader capres ketimbang cawapres yang maju Pilpres 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/121022-baliho-puan.jpg)
Sebaliknya, para pemilih yang tinggal di kota memiliki populasi responden sebesar 28,8 persen.
Mereka mayoritas lebih banyak mendukung pasangan Anies - AHY dan berada di angka 32,6 persen.
Ganjar - Airlangga di angka 26,5 Persen dan Prabowo - Puan di 23,5 persen.
Direktur LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menyimpulkan populasi padat menjadi penting bagi capres dan cawapres di pemilihan presiden 2024 nanti.
"Segmen pedesaan menjadi kantong yang harus diperebutkan karena di situ tempat majority pemilih berada saat ini," kata Adjie di konferensi pers hasil survei Pasangan Capres - Cawapres Paling Populer dan Prospeknya, Senin (10/10/2022).
Menurut Adjie, mengetahui pemilih dari desa dan kota juga penting karena bisa mengetahui sejauh mana penetrasi pasangan capres dan cawapres.
Baca juga: Tak Sekadar Elektabilitas, Alasan Hensat Unggulkan Puan Maharani Capres PDIP di Pilpres 2024
"Mengapa ini penting? Kita ingin mengukur sejauh mana panetrasi pasangan capres. Apakah merata di daerah perkotaan dan pedesaan atau hanya kuat di segmen tertentu," ujarnya.
Sebelumnya, LSI merilis hasil survei berjudul “Pasangan Capres - Cawapres Paling Populer dan Prospeknya”.
Survei tersebut menghasilkan tiga pasang presiden dan wakil presiden.
Di antaranya adalah pasangan Ganjar Pranowo - Airlangga Hartarto (Ganjar-AH), Prabowo Subianto – Puan Maharani (Prabowo – Puan), dan Anies Baswedan – AHY.
Survei nasional ini dilakukan pada 11 hingga 20 September 2022, dengan metode riset kualitatif.
Survei nasional menggunakan 1200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview).
Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 2,9 persen. Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview.
(*)