Agung Dharmajaya: Jurnalistik Bukan Kerja Humas
Menurutnya, banyak jurnalis saat ini bahkan medianya, secara gamblang memuat siaran pers dari sebuah lembaga.
Media, lanjut Totok, harus profesional dan dipegang oleh orang-orang yang profesional juga. “Intinya kode etik itu cuma satu, hati nurani,” ungkapnya.
Di samping Agung dan Totok, pelatihan itu juga diisi oleh Regional Operation Head BRI Medan, Barkah Mulyatno, dan Wapemred Kontan, Titis Nurdiana, yang fokus membahas industri perbankan.
Menurut Titis, membuat berita perbankan harus dengan data yang akurat. Pasalnya, berita tanpa data bisa berakibat bank menjadi rush atau nasabah ramai-ramai menarik dananya dari bank, dan pada akhirnya ekonomi menjadi terganggu.
Sedangkan Budhi menjelaskan, insan pers selama ini sangat mendukung kinerja perbankan. Di tengah gempuran digital yang mengubah gaya hidup masyarakat, bank pun dituntut untuk melakukan terobosan.
BRI pun banyak meluncurkan aplikasi digital. Regional BRI Medan yang juga mencakup Sumatera Utara terus mendukung kemudahan akses perbankan seperti realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diperuntukkan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Per Agustus 2022, KUR BRI mencapai Rp 8 triliun, dari target tahun 2022 sebanyak Rp13 triliun. Pagu pinjaman KUR dari Rp25 juta sampai Rp250 juta.
Dia menambahkan, pengembalian pinjaman cukup baik. Non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah cukup rendah atau di bawah 2 persen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/12102022_Muhamad-Agung-Dharmajaya.jpg)