Cuaca Gorontalo
Cuaca Indonesia Termasuk Gorontalo Sepekan: Waspada Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Gorontalo hujan sedang hingga lebat untuk sepekan ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/091022-awan-tebal-pagi.jpg)
6. Sebagian wilayah Jawa Timur
7. Sebagian wilayah Kalimantan Barat
8. Sebagian wilayah Sulawesi Tengah
Potensi pertumbuhan awan cumulonimbus (CB) di wilayah udara Indonesia pada tanggan 08-14 Oktober 2022 yaitu sebagai berikut:
- Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen (OCNL / Occasional) selama 7 hari kedepan diprediksi terjadi di:
Laut Andaman,
Laut China Selatan,
Laut Sulu,
Laut Filipina,
Samudera Hindia selatan Pulau Jawa hingga barat Pulau Sumatra,
Sebagian kecil Pulau Sumatra,
Pulau Jawa,
Pulau Sulawesi, dan Pulau Papua,
Sebagian besar Pulau Kalimantan,
Kepulauan Maluku,
Selat Karimata,
Laut Jawa,
Selat Makassar,
Laut Sulawesi,
Laut Seram,
Laut anda,
Laut Aru,
Samudra Pasifik Utara Pulau Papua.
- Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial lebih besar 75 persen (FRQ / Frequent) selama 7 hari kedepan diprediksi terjadi di: Laut Cina Selatan.
Potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia pada tanggal 8 - 14 Oktober 2022 yaitu sebagai berikut:
- Kategori Tinggi Gelombang 2.5 – 4.0 m :
Perairan utara Sabang,
Perairan barat Aceh,
Perairan barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai,
Perairan P. Enggano - Bengkulu,
Perairan barat Lampung,
Samudra Hindia barat Sumatra,
Selat Sunda bagian barat dan selatan,
Perairan selatan Banten hingga Jawa Timur,
Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan,
Selat Sumba bagian barat,
Perairan selatan Bali hingga P. Sumba,
Samudra Hindia selatan Banten hingga P. Sumba,
Laut Natuna.
Pihak-pihak terkait diharapkan melakukan persiapan antara lain:
1. Memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.
2. Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.
3. Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang.
4. Menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi).
5. Lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi.
6. Terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia, melalui :
a). Website BMKG https://www.bmkg.go.id, untuk prakiraan cuaca hingga level kecamatan;
b). Akun media sosial @infobmkg;
c). Aplikasi iOS dan android "Info BMKG";
d). Call center 196 BMKG;
e). atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
(*)