PIlpres 2024
Dua Kode Puan Maharani - Airlangga Maju Pilpres 2024: Mobil Merah - Kuning, Cerita Monas
Dua kode duet Pilpres 2022 oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat bertemu kandidat capres PDIP Puan Maharani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/081022-Puan-Airlangga8.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Dua kode duet Pilpres 2022 oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat bertemu kandidat capres PDIP Puan Maharani. Dari mobil listrik berwarna merah kuning hingga nama besar Presiden Soekarno dan Soeharto.
Puan Maharani dan Airlangga Hartarto bertemu di Tuguh Monas Jakarta. Airlangga menyebut, monumen itu dibangun Soekarno dan diresmikan Soeharto.
Pada kesempatan itu, Airlangga Hartarto yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menghadiahkan mobil listrik berwarna merah kuning kepada Puan Maharani.
Pertemuan Puan Maharani - Airlangga Hartarto menjadi sorotan publik di tengah naiknya ekskalasi politik Pilpres 2024.
Puan Maharani - Airlangga Hartarto diisukan segera 'menikah' untuk panggung Pilpres 2024. Gabungan dua kekuatan besar.
PDIP adalah partai pemenang Pemilu 2024. Sedangkan Golkar ranner up atau kedua terbesar setelah PDIP.
Puan Maharani - Airlangga Hartarto punya 31 persen sekian elektoral dihitung dari total suara kedua parpol pada Pemilu 2024. Untuk kursi di parlemen, kedua partai ini memiliki 37 persen lebih kursi DPR RI.
Airlangga Hartarto mengungkapkan alasannya menemui Puan Maharani di Tugu Monas.
Ia merasa Monas adalah tempat yang representatif untuk menggambarkan hubungan PDI-P, dan Partai Golkar.
Baca juga: Jajak Pendapat Pemilu - Pilpres 2024: Calonkan Anies Baswedan, Suara Nasdem Tinggal 3,9 Persen
“Monas merupakan simbol nasional sekaligus juga simbol pembangunan berkelanjutan. Kata Bu Puan bahwa ini Indonesia berjalan terus, sementara pemerintah tentu dengan adanya konstitusi, masing-masing ada batasnya,” ujar Airlangga.
PDIP dan Golkar, lanjut Airlangga, saling mengisi satu sama lain sejak lama.
Bermula dari pembangunan Monas yang diinisiasi oleh Presiden Soekarno, ayah Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
“Diresmikan Pak Harto pada waktu itu,” ucapnya. Airlangga mengklaim kedua parpol juga berperan besar dalam memperjuangkan demokrasi di Tanah Air.
Ia menjelaskan Partai Golkar menjadi partai politik (parpol) dengan kursi DPR RI terbanyak di era peralihan kepemimpinan Presiden Soeharto ke Presiden Habibie.
“Golkar saat itu kursinya terbesar di Parlemen, namun Golkar setuju untuk (melakukan) reformasi,” tuturnya.