Sabtu, 7 Maret 2026

Pilpres 2024

Nuansa Pilkada Jakarta di Pilpres 2024, Anies Baswedan - Sandiaga Uno atau AHY?

Siapa pendamping Anies Baswedan sebagai capres 2024? Ada nama Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Nuansa Pilkada Jakarta di Pilpres 2024, Anies Baswedan - Sandiaga Uno atau AHY?
Kolase TribunGorontalo.com
Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Siapa pendamping Anies Baswedan sebagai capres 2024? Ada nama Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Siapa pendamping Anies Baswedan sebagai capres 2024? Ada nama Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Duet Anies Baswedan - Sandiaga Uno berhembus dari kalangan kader Partai Nasdem daerah.

Selain Sandiaga Uno, Anies Baswedan juga disebut cocok berpasangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat AHY.

Nasdem perlu koalisi untuk mengusung Anies Baswedan - Sandiaga Uno. PPP paling getol mengusung Sandiaga Uno.

PKS sudah lama mendukung Anies Baswedan. Bahkan sewaktu Pilkada DKI Jakarta yang mengantar pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

Pasangan ini berpeluang diusung Nasdem, PKS dan PPP. Berikut prosentase koalisi di DPR RI:

1) Nasdem 58 kursi

2) PKS 50 kursi

3) PPP 19 kursi

Totak 128 kursi (22,26 persen)

Ada lagi wacana duet Anies Baswedan AHY. Pasangan ini berpeluang diusung Nasdem, PKS dan Demokrat.

1) Nasdem 58 kursi

2) PKS 50 kursi

3) PPP 19 kursi

Total 163 kursi (28,34 persen)

AHY menyebutkan, koalisi partai politik dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) adalah hal "misteri".

Menurut dia, membangun koalisi bukan semata kehendak satu partai, melainkan melibatkan partai lain dan hal itu di luar kendali internal partainya.

Baca juga: Sandiaga Uno Penentu Kemenangan Pilpres 2024: Prabowo-Anies-Ganjar Tak Lewati 50 Persen

AHY mengaku, jajaran Partai Demokrat di tingkat pusat telah berupaya dan membuka ruang untuk koalisi partai lain sesuai dengan harapan.

"Koalisi itu penuh dengan misteri. Sepakat? Karena bukan hanya kita yang menentukan dan tidak semua dalam kendali kita. Kita hanya bisa terus berikhtiar. Saya, Sekjen dan semua jajaran di Jakarta berusaha yang terbaik dan selalu terbuka ruang untuk terjadi koalisi seperti yang kita harapkan," papar AHY dalam pidatonya pada acara Pelantikan Ketua dan Pengurus DPC Partai Demokrat Se-Jawa Tengah di Hotel Artos, Magelang, Senin (3/10/2022) sore.

AHY pun meminta kepada jajaran pengurus dan para kader untuk tenang menanggapi, serta menghormati keputusan partai lain yang telah menentukan bakal calon presiden pada Pemilu 2024.

Terlebih lagi, kata AHY, pendaftaran bakal calon presiden masih lama, sekitar September-Oktober 2023.

"Tahun depan waktunya masih ada sehingga saya berharap para kader juga tetap tenang, tidak usah kita merasa grusah-grusuh, kita hormati, kita hormati partai-partai yang telah menentukan sikapnya," tandas AHY.

Dia menyebutkan, Partai Nasdem telah mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai calon presiden yang diusungnya.

AHY mengaku telah menjalin komunikasi dengan partai pimpinan Surya Paloh tersebut, termasuk dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Tadi pagi partai Nasdem contohnya. Mengikuti? Telah mendeklarasikan calon presiden tahun 2024, sudah berkomunikasi juga dengan Demokrat, termasuk PKS di Jakarta, kemarin. Dan kita menghormati sepenuhnya, itu adalah hak dan kedaulatan Partai Nasdem," tandas AHY.

Baca juga: Sandiaga Uno: Indonesia Datangkan 1,2 Juta Turis usai Pandemi Covid-19

Begitu pula sebaliknya, lanjutnya, Partai Nasdem juga menghormati kedaulatan, proses, dan mekanisme yang berlaku internal di Partai Demokrat, termasuk di PKS.

"Jadi sampai dengan hari ini, suasana dan kebersamaannya masih baik, tapi sekali lagi kita sama-sama terus membangun komunikasi dan silaturahmi semoga ada kebersamaan ke depan," ucap AHY.

AHY meminta jajarannya di daerah untuk tetap bekerja dan fokus menaikkan elektabilitas partai ataupun para calon anggota legislatif (caleg).

Pada saat yang tepat, pihaknya akan mengumumkan bakal calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung oleh Partai Demokrat.

Anies Baswedan Tak Bisa Langsung Melenggang ke Panggung Pilpres

Partai Nasdem telah mengumumkan akan mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres pada Pemilu 2024.

Namun demikian, deklarasi itu tak bisa langsung membawa Anies ke panggung pilpres. Nasdem harus berkoalisi dengan partai lain agar mencapai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold dan bisa mengusung calon presiden.

"Deklarasi pencalonan presiden Anies Baswedan oleh Partai Nasdem tidak secara otomatis menjamin langkah Gubernur DKI tersebut akan mulus melengggang sebagai kontestan di pemilihan presiden 2024 mendatang," kata Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro kepada Kompas.com, Senin (3/9/2022).

Ihwal presidential threshold diatur dalam Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Pasal itu menyebutkan bahwa partai politik atau gabungan partai politik harus memenuhi ambang batas pencalonan presiden 20 persen dari jumlah kursi DPR atau 25 persen dari suara sah nasional pada pemilu sebelumnya. Sementara, Nasdem "hanya" memiliki 59 kursi DPR RI.

Baca juga: Sri Mulyani dan Sandiaga Uno Jadi Figur Potensial Capres

Sedangkan perolehan suara partai besutan Surya Paloh itu pada Pemilu 2019 sebesar 12.661.792 atau 9,05 persen. "Bukan hal mudah menggenapkan dukungan tersebut," ujar Bawono.

Memang, beberapa bulan terakhir Nasdem tampak mesra dengan Demokrat dan PKS. Namun, dinamika politik belakangan mengisyaratkan bahwa rencana koalisi ketiga partai berlangsung alot.

Disinyalir, ini karena perbedaan pendapat soal bakal calon presiden dan wakil presiden yang hendak diusung ketiga partai. Bawono menduga, baik Nasdem, Demokrat, maupun PKS punya jagoan masing-masing untuk diusung sebagai capres maupun cawapres.

"Karena tentu saja ada keinginan dari masing-masing partai politik untuk mengajukan kader mereka sebagai pendamping Anies Baswedan, termasuk keinginan Partai Demokrat untuk mengedepankan AHY (Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono)," katanya.

Adapun Nasdem baru saja mengumumkan akan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) medio Juni lalu, ada tiga nama yang masuk dalam bursa capres Nasdem yakni Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Namun, Anies dipilih lantaran dianggap sebagai calon terbaik.

"Kenapa Anies Baswedan? Jawabannya adalah why not the best? (mengapa tidak yang terbaik?)," kata Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

Kendati demikian, Paloh tak mewajibkan Anies bergabung ke Nasdem. Katanya, Nasdem akan tetap mengusung Anies sekalipun dia tak menjadi kader partai. Anies juga dibebaskan memilih calon wakil presidennya sendiri kelak. Pinangan Nasdem itu langsung diterima Anies.

Namun demikian, Anies belum dapat menentukan nama cawapres atau keinginannya bergabung dengan Nasdem. Surya Paloh pun berharap Demokrat dan PKS partai dapat berkoalisi dengan Nasdem untuk ke depan mengusung Anies.

"Soal PKS dan Demokrat, dari apa yang saya pahami sebagai praktisi politisi, insya Allah semua menyatukan pikiran, semangat, tekad, bersama dengan Nasdem," kata Paloh.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Partai Nasdem Sudah Deklarasikan Capres 2024, AHY Minta Kadernya Tenang"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved