Brigadir J

Kian Berani, LPSK Kini Sebut Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Korban Palsu Pelecehan Brigadir J

Susul dihentikannya penyidikan kasus dugaan pelecehan seksual Brigadir J, LPSK kini berani sebut Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo jadi korban palsu

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Kolase YouTube Kompas TV | Instagram @divpropampolri
Menyusul dihentikannya proses pengusutan terhadap kasus dugaan pelecehan seksual Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J (KIRI), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK kini mulai berani menyebut Putri Candrawathi (KANAN) istri eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo (TENGAH) sebagai korban palsu. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebut Putri Candrawathi istri eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai korban palsu.

Sebelumnya, Putri Candrawathi mengaku menjadi korban dari dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) ajudan Ferdy Sambo.

Namun status Putri Candrawathi sebagai korban pelecehan seksual yang diduga menjadi pemicu dibunuhnya Brigadir J tersebut diragukan oleh LPSK.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan bahwa pihaknya merasa janggal dengan laporan Putri Candrawathi.

Baca juga: Kerusuhan 1998 Buat Kamaruddin Buta, Pengacara Brigadir J: Marah ke Tuhan, Pemerintah, dan Mahasiswa

Sebagaimana diketahui Putri Candrawathi sempat mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK pada awal bergulirnya kasus penembakan Brigadir J ini.

Setelah dipertimbangkan, LPSK memutuskan untuk menolak memberikan perlindungan kepada Putri Candrawathi.

Selain itu, LPSK menyebut bahwa Putri Candrawathi adalah pemohon yang unik selama 14 tahun berdirinya lembaga perlindungan tersebut.

Pasalnya Putri Candrawathi tidak menunjukkan antusias ataupun sikap responsif, berbeda dengan pemohon LPSK pada umumnya.

Baca juga: Putri Candrawathi Pecahkan Rekor Unik LPSK, Jadi Satu-satunya Pemohon yang Tak Mau Beri Keterangan

"Semuanya merespons upaya LPSK untuk mendalami tentang apa yang mereka alami. Tapi hal ini berbeda dengan Ibu PC," ujar Edwin seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Selasa (27/9/2022).

"Ibu PC sebagai pengaju permohonan adalah kan berarti orang yang membutuhkan dukungan, perlindungan, batuan dari LPSK tetapi kok tidak responsif, tidak merespons dan tidak antusias," jelasnya.

LPSK kini berani menyebut Putri Candrawathi sebagai korban palsu setelah polisi menghentikan proses penyidikan terhadap kasus dugaan pelecehan seksual Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Itukan bisa kita lihat bahwa kemudian peristiwa yang awalnya dicap sebagai perbuatan kekerasan seksual itu terjadi di Duren Tiga, nah kemudian kan itu sudah dihentikan proses penyidikannya oleh kepolisian, oleh Bareskrim (Polri)," ungkap Edwin.

Baca juga: Penanganan Kasus Brigadir J Dinilai Lambat, Kamaruddin Simanjuntak: Ferdy Sambo Ini Full Power

"Itu menunjukkan bahwa PC adalah korban palsu dari kekerasan seksual namun sebenarnya sejak awal kami juga sudah mencurigai bahwa ada hal yang ganjil, janggal, tidak lazim dari laporan Ibu PC," lanjutnya.

Edwin pun mengungkapkan kejanggalan yang ditemukan LPSK dalam kasus dugaan pelecehan seksual Brigadir J terhadap Putri Candrawathi ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved