Brigadir J

Putri Candrawathi Pecahkan Rekor Unik LPSK, Jadi Satu-satunya Pemohon yang Tak Mau Beri Keterangan

Sebelum jadi tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo ajukan perlindungan LPSK hingga disebut jadi pemohon unik.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Kolase YouTube Kompas TV | Instagram @divpropampolri
Sebelum berstatus sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J (Kiri), Putri Candrawathi (Kanan) istri eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo (Tengah) sempat mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK. Menolak untuk memberikan perlindungan kepada Putri Candrawathi, LPSK kini menyebut istri Ferdy Sambo itu adalah pemohon yang paling unik selama 14 tahun terakhir, begini sebabnya. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) yang diotaki eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo memang menyimpan segudang drama pelik.

Meski begitu, misteri dibalik kasus pembunuhan Brigadir J mulai dari skenario karangan Ferdy Sambo hingga upaya menghalangi penyelidikan polisi pun telah terungkap.

Kasus pembunuhan Brigadir J juga diwarnai drama permohonan dari Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Diwartakan TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Putri Candrawathi disebut sebagai pemohon perlindungan LPSK yang paling unik sejauh ini.

Baca juga: Bayi Ferdy Sambo Diduga Bukan Anak Kandung, Urgensi Putri Candrawathi Belum Ditahan Dipertanyakan

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi.

"Ibu PC adalah pemohon perlindungan yang paling unik kepada kasus kekerasan seksual yang saya tangani, dan pembuktian secara hukum," kata Edwin saat ditemui awak media pada Jumat (23/9/2022) seperti dikutip dari Kompas.com.

Didirikan pada 8 Agustus 2008, LPSK menilai Putri Candrawathi adalah satu-satunya pemohon dalam 14 tahun terakhir yang tak mau memberikan keterangan.

"Satu-satunya pemohon sepanjang LPSK berdiri yang tidak bisa (atau) tidak mau dia menyampaikan apapun kepada LPSK. Padahal, dia yang butuh LPSK," ungkap Edwin.

Baca juga: Banding Sidang KEPP Ditolak, Ferdy Sambo Akhirnya Resmi Dipecat Polri, Apa Konsekuensinya?

"Hanya ibu PC pemohon yang seperti itu selama 14 tahun LPSK berdiri," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui bahwa pada awal-awal kasus pembunuhan Brigadir J bergulir dan menjadi sorotan, Putri Candrawathi yang mengaku sebagai korban dugaan pelecehan seksual mengajukan perlindungan kepada LPSK.

Mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK pada 14 Juli 2022, Putri Candrawathi terus berdalih ketika akan diperiksa untuk dimintai keterangan.

Hingga akhirnya, LPSK pada 15 Agustus 2022 lalu mengumumkan bahwa pihaknya menolak permohonan perlindungan yang diajukan Putri Candrawathi.

Baca juga: Bukan Mohon ke Tuhan, Apa Arti Kata Doa Versi Pengacara Brigadir J? Terkait Cara Ferdy Sambo Melobi

Tak lama setelah itu, Putri Candrawathi menyusul sang suami, Ferdy Sambo dengan ditetapkannya dirinya sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir J.

Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang penyertaan.

Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo pun terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun.

Selain itu, dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J ini, Polri juga menetapkan Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf sebagai tersangka.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved