Arti Kata

Bukan Mohon ke Tuhan, Apa Arti Kata Doa Versi Pengacara Brigadir J? Terkait Cara Ferdy Sambo Melobi

Pengacara Keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak sebut Ferdy Sambo melobi Istana Kepresidenan dan kementerian dengan doa. Apa Itu Doa?

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Kolase YouTube Kompas TV | Irma Hutabarat - HORAS INANG.
Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara keluarga Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, menyebut mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo melobi Istana Kepresidenan dan sejumlah kementerian dengan doa, sesaat setelah peristiwa pembunuhan Brigadir J terjadi. Apa Itu Doa? 

TRIBUNGORONTALO.COM - Pengacara Keluarga Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J), Kamaruddin Simanjuntak kembali melontarkan pernyataan mengejutkan tentang eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Kamaruddin mengatakan bahwa Ferdy Sambo menghubungi sejumlah pihak mulai dari kementerian hingga Istana Kepresidenan setelah pembunuhan Brigadir J terjadi.

Kamaruddin menyebut Ferdy Sambo juga menyertakan 'doa' saat menghubungi Istana Merdeka dan beberapa kementerian setelah peristiwa pembunuhan berencana Brigadir J.

Apa Itu Doa?

Doa yang dimaksud Kamaruddin dalam konteks ini bukanlah permohonan sebagaimana yang diucapkan seseorang kepada Tuhan.

Baca juga: Tanggapi Pesulap Merah dan Bantah Pakai Trik, Eyang Ratih Bertirakat saat Ritual, Apa Itu Tirakat?

Namun doa di sini ialah akronim dari Dorongan Amplop.

Hal itu dijelaskan Kamaruddin saat hadir di podcast Aktivis Perempuan, Irma Hutabarat pada Minggu (18/9/2022) lalu.

Kamaruddin mengaku mendapat laporan bahwa Ferdy Sambo rupanya melobi orang Istana Kepresidenan melalui perantara setelah peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J.

"Ternyata saya pelajari berdasarkan laporan intelijen, begitu dia menembak atau membunuh, pertama kali dia melapor ke arah Istana," kata Kamaruddin seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Apa Itu Ilmu Reiki? Pengobatan Alternatif dari Jepang yang Disebut Gagal Dipelajari Pesulap Merah

Namun Kamaruddin belum mengetahui apakah usaha Ferdy Sambo tersebut berhasil mempengaruhi orang di Istana Merdeka yang dilobinya atau tidak.

"Berhasil apa tidak dipengaruhi yang di Istana itu, saya belum dapat laporannya tetapi yang jelas lobi pertama ke sana (Istana) ." sebut Kamaruddin.

Tak berhenti di sini, Kamaruddin mengatakan bahwa Ferdy Sambo juga menghubungi sejumlah instansi lain yakni kementerian dengan disertai dorongan amplop.

"Kemudian ke kementerian lain sampai kemenko dan lembaga-lembaga lain, selalu disertai dengan dorongan amplop, yang disebut dengan doa." ungkap Kamaruddin.

Baca juga: Tangkap Banyak Pasukan Militer Rusia, Ukraina Bingung Cari Tempat untuk Tahan PoW, Apa Itu PoW?

Kamaruddin lantas menjelaskan makna doa dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo ini.

Saat awal-awal berkarier sebagai pengacara, Kamaruddin mengakui bahwa ia sempat salah memahami arti 'doa' dalam konteks ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved