Capres 2024
Efek Ekor Jokowi untuk Prabowo Subianto? Begini Analisis Pengamat Politik Charta Politika
Coat-tail effect (efek ekor jas) Presiden Joko Widodo terhadap figur capres bisa menjadi positif dan sebaliknya negatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/260922-jokowi-prabowo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Coat-tail effect (efek ekor jas) Presiden Joko Widodo terhadap figur capres bisa menjadi positif dan sebaliknya negatif.
Semuanya bergantung dari tingkat kepuasan terhadap Jokowi hingga akhir masa jabatannya di 2024.
Berdasarkan beberapa hasil survei, tingkat kepuasan terhadap Jokowi mencapai 62 - 63 persen.
Menurut Yunarto Wijaya dari Charta Politika, bila dibandingkan dengan akhir periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi masih lebih baik.
"Tapi masih ada setahun lebih. Kita lihat hingga tahun depan," kata Yunarto dalam diskusi Tribun Series: Mungkinkah Jokowi Maju Cawapres di 2024? yang dipandu Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahenda Putra di Jakarta, Senin (26/9/2022).
Kata Yunarto, persoalan yang dihadapi Jokowi cukup pelik dibandingkan SBY. Jokowi menghadapi geopolitik global. Ada perang antara Rusia dan Ukraina.
"Jokowi dan SBY sama-sama mengalami guncangan geoekonomi dan geopolitik," ujar peneliti politik ini.
Perlu diketahui, klaim dukungan dari Jokowi sering didengar dari sejumlah pendukung figur capres.
Misalnya kubu Prabowo Subianto pernah mengeklaim Jokowi mendukung Prabowo maju capres.
Bahkan belakangan muncul wacana Jokowi akan dipasangkan sebagai cawapres dari Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Baca juga: Peluang Puan Maharani-Jokowi Maju Pilpres 2024, Begini Kode Elite PDIP
Desmond Tak Ambil Pusing
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Desmond J Mahesa mengaku tak ambil pusing soal sikap Presiden Joko Widodo pada Prabowo Subianto terkait kontestasi Pilpres 2024.
Hal itu disampaikan menanggapi pemberitaan surat kabar Singapura yang menyebut Jokowi tengah mempertimbangkan untuk memberi dukungan pada calon presiden (capres) tertentu, salah satunya Prabowo.
“Penting tidak penting (dukungan) kita lihat saja nanti. Kalau didukung syukur, kalau enggak didukung, juga enggak ada masalah,” sebut Desmond ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2022).
Ia menilai keputusan Jokowi untuk mendukung figur tertentu sebagai capres belum pasti.