Nilai AHY Lakukan Bunuh Diri Politik, Begini Penjelasan Adi Prayitno soal SBY-Jokowi
Manuver statement politik figur capres Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ramai di publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/240922-AHY-Adi.jpg)
Adi Prayitno mengungkapkan itu merespon pernyataan SBY ( Susilo Bambang Yudhoyono ) yang menyebutkan bahwa saat ini telah tercium aroma pemilu yang tidak adil dan tidak jujur.
Atas kondisi inilah, SBY yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menyatakan kesiapannya untuk turun gunung demi menyelamatkan pemilu agar berlangsung jujur dan adil.
Menurut Adi Prayitno, saat ini SBY sedang menyiapkan cara untuk menitipkan Partai Demokrat kepada Anies Baswedan.
Melalui program Apa Kabar Indonesia Pagi, Jumat 23 September 2022, Adi Prayitno mengatakan, tudingan SBY bahwa adanya kecurangan pada pemilu 2024 mendatang merupakan siasat politik SBY.
Baca juga: Janji 500 Ribu Honorer Jadi PNS, AHY Kenang Masa Pemerintahan SBY dan Demokrat
"Siasat itu, katanya, bisa dibantah, karena hanya mengacu pada dua poros yang disetting untuk mendukung Capres. "Dua poros itu kan soal partai," ujarnya.
Saat ini, kata Adi, SBY risau. Pasalnya, Anies Baswedan mulai dipanggil oleh KPK. Pemanggilan itu terkait dengan penyelenggaraan Formula E yang kini bermasalah.
"Pertanyaannya, kenapa SBY harus risau kalau Anies yang dipanggil KPK? Mestinya Nasdem yang risau duluan. Begitu juga PKS, yang basis konstitusiennya lebih ke Anies," ujar Adi.
Namun, lanjut dia, kerisauan SBY itu cukup beralasan. Karena jika Anies 'dijegal' dalam pilpres 2024, maka hal itu akan berdampak ke AHY.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat Sebut AHY Bunuh Diri Politik karena Bandingkan Pembangunan Infrastruktur Era SBY dan Jokowi