Perbedaan Yan Nurindra dan Pesulap Merah soal Bongkar Trik Dukun, Aksi Marcel Lebih ke Penghakiman?
Sama tapi tak serupa, begini perbedaan Pesulap Merah dan alm Yan Nurindra dalam pembongkaran trik dukun, aksi Marcel Radhival mengarah ke penghakiman?
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/pesulap-merah-dan-yan-nurindra.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Almarhum Yan Nurindra, Pendiri The Indonesian Board Hypnotherapy (IBH), dipercaya menjadi sosok yang menginspirasi bagi Marcel Radhival alias Pesulap Merah.
Pesulap Merah diketahui pernah berguru Ilmu Reiki kepada Yan Nurindra sewaktu masih hidup.
Adapun beberapa tahun lalu, Yan Nurindra pernah melakukan hal serupa yang kini dilakukan Pesulap Merah yakni menuntut pembuktian paranormal.
Meski sama-sama ingin melakukan pembuktian ilmu perdukunan, terdapat perbedaan dari aksi Yan Nurindra dan Pesulap Merah.
Baca juga: Tanggapi Pesulap Merah dan Bantah Pakai Trik, Eyang Ratih Bertirakat saat Ritual, Apa Itu Tirakat?
Hipnoterapis sekaligus Pengurus IBH Ferdiansyah Setiadi Setiawan mengatakan bahwa berkisar pada tahun 2012-2013, Yan Nurindra pernah membuat sayembara kepada para paranormal untuk membuktikan kemampuannya.
Akibat aksinya itu Yan Nurindra juga merasakan apa yang dialami oleh Pesulap Merah, yaitu banyaknya pro kontra.
"Tahun 2012 apa 2013, itu Pak Yan pernah mengadakan sayembara untuk pembuktian para parnormal, yang mengaku paranormal itu," ujar Ferdian seperti dilansir TribunGorontalo.com dari video di kanal YouTube Cumicumi yang tayang, Senin (19/9/2022).
"Awalnya ya pro kontra, yang nyerang Pak Yan pun dulu banyak," imbuhnya.
Baca juga: Terungkap Langkah Pesulap Merah setelah Laporan Gus Samsudin Berhenti, Sumpah Bakal Penjarakan Balik
Ferdian menjelaskan bahwa sayembara tersebut berakhir dengan tidak ada paranormal yang datang kepada Yan Nurindra.
Lebih lanjut, Ferdian mengungkapkan perbedaan antara aksi pembongkaran dukun atau paranormal yang dilakukan Yan Nurindra dan Pesulap Merah.
"Basicnya Pak Yan bukan pesulap," sebut Ferdian.
"Kalau Marcel kan dibongkar lewat dari sisi apa yang dilakukan dukun itu sebetulnya di alat-alat sulap juga ada," sambungnya.
Baca juga: Tanggapi Aksi Pesulap Merah Bongkar Dukun, Eyang Ratih Ngaku Tak Takut: Pasien Tetep Dateng Kok
Sementara itu Ahli Hipnosis, Eko juga menyuarakan pendapatnya tentang perbedaan aksi pembongkaran ilmu perdukunan antara Yan Nurindra dengan Pesulap Merah.
"Pak Yan itu membongkar itu menceritakan dalam dari sisi ilmiahnya dunia hipnosis kepada para siswa di kelas," ungkap Eko.
"Tujuannya adalah Pak Yan ingin menceritakan atau memberikan penjelasan, pemahaman, bahwasannya semua apapun yang ada itu bisa diilmiahkan dan juga ada beberapa hal yang tidak bisa diilmiahkan," jelasnya.
"Jadi kita diajarkan bahwasannya di dunia hipnosis ini dunia percaya diri," imbuh Eko.
Baca juga: Tuntut Gus Samsudin Minta Maaf karena Langgar Syariat, Ustaz Fatulloh Dukung Pesulap Merah?
Eko menuturkan bahwa saat memberi pelajaran di kelas, Yan Nurindra tak menunjuk contoh seseorang langsung, berbeda halnya dengan Pesulap Merah.
"Bedanya dengan yang sekarang, kalau sekarang, kalau Pak Yan dulu di kelas tidak menjatuhkan seseorang, tidak mengambil contoh langsung orangnya si A," kata Eko.
"Kalau sekarang kan langsung nih, langsung datang ke tempat orang, langsung menjustifikasi seakan-akan dia betul, benar," lanjutnya.
Menurut Eko, apa yang dilakukan Pesulap Merah bukanlah sebuah bentuk edukasi melainkan penghakiman.
"Nah kalau dulu kan enggak, kalau dulu kita belajar itu di kelas. Kalau sekarang kan lebih ke arah, jatuhnya ya benar kata orang-orang, saya sih lebih sependapat dengan, ke arah penghakiman," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)