Arti Kata

Tanggapi Pesulap Merah dan Bantah Pakai Trik, Eyang Ratih Bertirakat saat Ritual, Apa Itu Tirakat?

Tanggapi polemik Marcel Radhival (Pesulap Merah) soal perdukunan, Eyang Ratih mengaku tak menggunakan trik tapi melakukan tirakat, apa itu Tirakat?

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Kolase YouTube STARPRO Indonesia | Instagram @marcelradhival1
Ahli Spiritual dan Supranatural Eyang Ratih (Kiri) memberikan tanggapannya terkait hebohnya aksi pembongkaran trik oknum dukun palsu yang membuat nama Marcel Radhival alias Pesulap Merah (Kanan) menjadi sorotan. Eyang Ratih mengaku tak menggunakan trik melainkan menjalankan prosesi tirakat sebagai ritual perdukunannya, apa itu Tirakat? 

Dalam kesusateraan kuno, konsep tapa dan tapabrata didasarkan pada konsep Hindu, yakni tapas yang berasal dari buku-buku Weda.

Para pertapa dianggap sebagai orang keramat dan mampu menjalankan kehidupan yang ketat dengan disiplin tinggi, menahan hawa nafsu, dan bisa meraih tujuan-tujuan penting.

2. Meditasi atau Semedi

Meditasi dan tapa sebenarnya sama, keduanya hanya dibedakan pada intensitas menjalankannya saja.

Baca juga: Tangkap Banyak Pasukan Militer Rusia, Ukraina Bingung Cari Tempat untuk Tahan PoW, Apa Itu PoW?

Terdapat beragam teknik dan latihan meditasi mulai dari yang sangat sederhana, seperti memusatkan perhatian pada jatuhnya titik-titik hujan di tanah, hingaan yang sulit seperti menatap cahaya yang terang benderang dari dalam sebuah gua yang gelap ditepi pantai sambil berdiri selama 12 jam.

Tujuan bermeditasi antara lain untuk memperoleh kekuatan iman, kemahiran dalam berkreasi, dan wahyu.

Tetapi banyak orang juga melakukan meditasi untuk memperoleh kesaktian (kasekten) di samping untuk menyatukan diri dengan sang Pencipta.

Diberitakan sebelumnya, Eyang Ratih menengaskan bahwa dirinya tak menggunakan trik tipuan melainkan menjalankan tirakat dalam ritual perdukunannya.

Baca juga: Ngaku Bisa Ilmu Kebal Senjata, Pesulap Merah Bongkar Penyalahgunaan Debus, Apa Itu Debus?

"Eyang juga dukun dan eyang seorang praktisi kejawen. Eyang tidak pernah pakai sulap atau trik," ujar Eyang Ratih di Jakarta, seperti dilansir TribunGorontalo.com dari video di kanal YouTube STARPRO Indonesia yang tayang, Minggu (18/9/2022).

Eyang Ratih menuturkan bahwa ia melakukan puasa, tapa brata, hingga merapalkan mantranya saat mempraktikkan keahlian spiritualnya.

"Eyang pakainya puasa, tirakat, dan mantra," ungkap Eyang Ratih.

Lebih lanjut Eyang Ratih menyatakan bahwa bisnis perdukunannya tetap berjalan lancar dan tidak terpengaruh dengan munculnya Pesulap Merah sang pawang dukun.

Baca juga: Apa Itu Mangkuk Ayam Jago? Tampil Jadi Google Doodle Hari Ini, Ketahui Filosofi dan Sejarahnya

"Eyang ada Pesulap Merah, enggak ada Pesulap Merah, tetap kedatangan pasien kok, bahkan pasienku dari luar negeri dari mana-mana," terang Eyang Ratih.

Lebih lanjut Eyang Ratih berpesan kepada para dukun lainnya agar tak merasa takut dengan aksi pembongkaran dari Pesulap Merah.

"Untuk para dukun, kawan-kawanku semuanya, ini Eyangmu, sesepuhmu berbicara, enggak usah angkat tangan untuk membela diri, biarkan mereka berjalan sesuai dengan karakter masing-masing," jelas Eyang Ratih.

"Kalau Anda-anda tidak bermasalah, kenapa mesti takut? Enggak usah takut. Kita ini ada kode etik perdukunan," sambungnya.

(Tribungorontalo.com/Nina Yuniar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved