Suciwati Sebut SBY dan Jokowi Tak Pernah Serius Usut Kasus Munir: Hanya Undang Kami Jelang Pemilu
Suciwati, istri aktivis HAM Munir Said Thalib, mengaku Presiden Republik Indonesia tidak pernah serius mengusut kasus pembunuhan suaminya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suciwati-istri-Munir-Said-Thalib.jpg)
Suciwati mengungkapkan, Ia sempat menolak, setelah mendengar undangan Jokowi sebelum pemilihan.
Keputusannya semakin bulat, usai Jokowi memilih Wiranto sebagai Menko Polhukam dan Hendropriyono, penasihat pemerintah untuk tim transisi.
Suciwati bertanya, "Bagaimana saya bisa percaya bahwa Jokowi akan menangani kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat?
Meski demikian, Jokowi didatangi sejumlah anggota keluarga korban pelanggaran HAM berat, antara lain Sumarsih dalam kasus Semanggi I dan ibunda Yun Hap dalam kasus Semanggi II.
Kasus yang melibatkan keluarga Trisakti, penghilangan paksa tahun 1997 dan 1998, Talangsari, dan Tanjung Priok.
Saat itu, pejabat dari Sekretaris Negara, Kepala Staf Kepresidenan Meoldoko, dan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi sedang bersama Jokowi.
Munir Said Thalib, seorang juru kampanye Hak Asasi Manusia, meninggal dunia pada 7 September 2004, tepatnya 17 tahun yang lalu.
Munir diracun dengan arsenik dan meninggal dalam perjalanan dari Jakarta ke Belanda.
Investigasi pembunuhan Kontras, aktivis U=Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, dan pendiri Imparsial, sampai saat ini belum selesai teridentifikasi pelaku-pelaku terlibat di dalamnya.
(TribunGorontalo.com)