Berita Populer Gorontalo

POPULER: Persatuan Dukun Indonesia Dibuat Bingung; Petani Boalemo Dijemput 'Paksa' Polisi

Artikel populer di TribunGorontalo.com selama 24 jam terakhir. Berita menarik dan informatif.

TribunGorontalo.com/Wawan Akuba
Kolase berita populer Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sejumlah artikel populer dalam 24 jam terakhir, di antaranya pihak Persatuan Dukun se-Indonesia mengaku bingung dengan sikap Muhammad Salim Jindan Al Habsyi.

Diketahui bahwa selama ini Jindan kerap tampil bersama dengan pihak Persatuan Dukun se-Indonesia untuk melawan Marcel Radhival alias Pesulap Merah.

Seorang warga Desa Pangeya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, mendokumentasikan penjemputan ‘paksa’ empat petani sawit oleh oknum polisi setempat, Jumat (2/9/2022).

Saat dihubungi melalui telepon, warga bernama Hijrah Ipetu mengaku, oknum polisi menjemput menggunakan mobil PT Agro Artha Surya.

Pria 68 tahun itu tetap mengayuh sepeda. Tak peduli jika harus mengayuh hingga 11 kilometer dari jl Cempaka, Desa Dutohe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango Bolango. 

2 Alasan Real Madrid Tidak Jor-joran di Bursa Transfer Musim Panas Ini

Tchouameni dan Rudiger saat direkrut Real Madrid di bursa transfer musim panas 2022/23.
Tchouameni dan Rudiger saat direkrut Real Madrid di bursa transfer musim panas 2022/23.(Twitter Real Madrid)

TRIBUNGORONTALO.COM - Real Madrid tidak jor-joran di bursa transfer musim panas kali ini. Tidak seperti Barcelona.

Total hanya dua pemain bergabung Real Madrid, Rudiger dan Tchouameni.

Beberapa sumber terpercaya juga memastikan tidak ada pemain meninggalkan Real Madrid.

Diketahui, Bursa transfer telah resmi ditutup.

Ancelotti puas


Baca Selengkapnya

Persatuan Dukun Indonesia Dibuat Bingung Jindan yang Ngaku Bukan Dukun setelah Tantang Pesulap Merah

Muhammad Salim Jindan Al Habsyi yang mengaku sebagai Habib (Kanan) membuat Persatuan Dukun Indonesia bingung karena pengakuan terbarunya yang menegaskan bahwa ia bukan dukun setelah menantang Marcel Radhival atau Pesulap Merah (Kiri) untuk adu tembak.
Muhammad Salim Jindan Al Habsyi yang mengaku sebagai Habib (Kanan) membuat Persatuan Dukun Indonesia bingung karena pengakuan terbarunya yang menegaskan bahwa ia bukan dukun setelah menantang Marcel Radhival atau Pesulap Merah (Kiri) untuk adu tembak.(Kolase Instagram @marcelradhival1 | YouTube Cumicumi)

TRIBUNGORONTALO.COM - Pihak Persatuan Dukun se-Indonesia mengaku bingung dengan sikap Muhammad Salim Jindan Al Habsyi.

Diketahui bahwa selama ini Jindan kerap tampil bersama dengan pihak Persatuan Dukun se-Indonesia untuk melawan Marcel Radhival alias Pesulap Merah.

Hal ini imbas Pesulap Merah yang dinilai telah menghina profesi dukun se-Indonesia.

Namun belakangan Jindan menyatakan dirinya bukan merupakan anggota Persatuan Dukun Indonesia.

Baca juga: Tak Terima Aksinya di Mandalika Disebut Stand Up Comedy, Mbak Rara Pawang Hujan Somasi Pesulap Merah


Baca Selengkapnya

Yahya Ahmad Kayuh Sepeda 11 Km untuk Jualan Sapu Lidi

Demi sapu lidi yang ia bawa laku dibeli orang, Yahya Ahmad alias Pali Nune, rela mengayuh sepeda 11 km dari Bone Bolango. Ia kerap berjualan di trotoar Kota Gorontalo. Tidak banyak keuntungannya.
Demi sapu lidi yang ia bawa laku dibeli orang, Yahya Ahmad alias Pali Nune, rela mengayuh sepeda 11 km dari Bone Bolango. Ia kerap berjualan di trotoar Kota Gorontalo. Tidak banyak keuntungannya.(TribunGorontalo.com/RismanTaharuddin)

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Menuju siang, matahari Gorontalo semakin terik. Namun itu bukan masalah untuk Yahya Ahmad. 

Pria 68 tahun itu tetap mengayuh sepeda. Tak peduli jika harus mengayuh hingga 11 kilometer dari jl Cempaka, Desa Dutohe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango Bolango. 

Tujuan Yahya ke ibu kota Gorontalo, Kota Gorontalo. Ia menjual sapu lidi. Lagi-lagi, demi dapur tetap mengepul. 

Yahya Ahmad kerap disapa Pali Nune. Mengaku berjualan sapu lidi sejak usia 20 tahun.

Artinya, dua tahun lagi ia genap berjualan sapu lidi selama 50 tahun. 


Baca Selengkapnya

Lagi, Mahasiswa Beralmamater Merah Maron Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM

Mahasiswa dari berbagai organisasi ini menamakan diri sebagai Aliansi Merah Maron. Jumlahnya ratusan. Satu mobil komando dengan speaker jumbo, mengiringi.
Mahasiswa dari berbagai organisasi ini menamakan diri sebagai Aliansi Merah Maron. Jumlahnya ratusan. Satu mobil komando dengan speaker jumbo, mengiringi.(TribunGorontalo.com/Apris Nawu)

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Semangat tak redup. Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) beralmamater merah maron turun aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Mahasiswa dari berbagai organisasi ini menamakan diri sebagai Aliansi Merah Maron. Jumlahnya ratusan. Satu mobil komando dengan speaker jumbo, mengiringi. 

Aksi Aliansi Merah Maron dimulai sejak pukul 14.00 Wita. Orator memulai pidatonya dari depan kampus I UNG, di Jl Nani Wartabone Kota Gorontalo, Jumat (02/09/2022).

Massa aksi teriakkan protes tolak wacana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Hari ini kita harus buktikan bahwa kita adalah mahasiswa agen of control, agen of control sosial. Ini sangat menyakitkan Hati rakyat" ungkap Riski Budi menggunakan pelantang.


Baca Selengkapnya

Petani Boalemo Dijemput 'Paksa' Polisi Pakai Mobil Perusahaan Sawit

Tangkapan layar video dugaan penjemputan paksa petani sawit Boalemo oleh oknum polisi setempat. Anehnya, mobil putih ini milik PT Argo Artha Surya yang melaporkan para petani tersebut kepada polisi.
Tangkapan layar video dugaan penjemputan paksa petani sawit Boalemo oleh oknum polisi setempat. Anehnya, mobil putih ini milik PT Argo Artha Surya yang melaporkan para petani tersebut kepada polisi.(TribunGorontalo.com/istimewa)

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Seorang warga Desa Pangeya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, mendokumentasikan penjemputan ‘paksa’ empat petani sawit oleh oknum polisi setempat, Jumat (2/9/2022).

Saat dihubungi melalui telepon, warga bernama Hijrah Ipetu mengaku, oknum polisi menjemput menggunakan mobil PT Agro Artha Surya.

Keempat petani itu kata dia, dibawa menuju kantor kepolisian sektor (Polsek) Wonosari. 

Ipetu tidak tahu identitas polisi yang menjemput, sebab ketika ditanya, oknum polisi itu menolak menjawab. 

Pria paruh baya itu bercerita, penjemputan dimulai sekitar pukul 16.00 WITA.


Baca Selengkapnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved