Berita Populer Gorontalo
POPULER: Persatuan Dukun Indonesia Dibuat Bingung; Petani Boalemo Dijemput 'Paksa' Polisi
Artikel populer di TribunGorontalo.com selama 24 jam terakhir. Berita menarik dan informatif.
Yahya Ahmad Kayuh Sepeda 11 Km untuk Jualan Sapu Lidi
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Menuju siang, matahari Gorontalo semakin terik. Namun itu bukan masalah untuk Yahya Ahmad.
Pria 68 tahun itu tetap mengayuh sepeda. Tak peduli jika harus mengayuh hingga 11 kilometer dari jl Cempaka, Desa Dutohe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango Bolango.
Tujuan Yahya ke ibu kota Gorontalo, Kota Gorontalo. Ia menjual sapu lidi. Lagi-lagi, demi dapur tetap mengepul.
Yahya Ahmad kerap disapa Pali Nune. Mengaku berjualan sapu lidi sejak usia 20 tahun.
Artinya, dua tahun lagi ia genap berjualan sapu lidi selama 50 tahun.
Lagi, Mahasiswa Beralmamater Merah Maron Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Semangat tak redup. Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) beralmamater merah maron turun aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Mahasiswa dari berbagai organisasi ini menamakan diri sebagai Aliansi Merah Maron. Jumlahnya ratusan. Satu mobil komando dengan speaker jumbo, mengiringi.
Aksi Aliansi Merah Maron dimulai sejak pukul 14.00 Wita. Orator memulai pidatonya dari depan kampus I UNG, di Jl Nani Wartabone Kota Gorontalo, Jumat (02/09/2022).
Massa aksi teriakkan protes tolak wacana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.
"Hari ini kita harus buktikan bahwa kita adalah mahasiswa agen of control, agen of control sosial. Ini sangat menyakitkan Hati rakyat" ungkap Riski Budi menggunakan pelantang.
Petani Boalemo Dijemput 'Paksa' Polisi Pakai Mobil Perusahaan Sawit
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Seorang warga Desa Pangeya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, mendokumentasikan penjemputan ‘paksa’ empat petani sawit oleh oknum polisi setempat, Jumat (2/9/2022).
Saat dihubungi melalui telepon, warga bernama Hijrah Ipetu mengaku, oknum polisi menjemput menggunakan mobil PT Agro Artha Surya.
Keempat petani itu kata dia, dibawa menuju kantor kepolisian sektor (Polsek) Wonosari.
Ipetu tidak tahu identitas polisi yang menjemput, sebab ketika ditanya, oknum polisi itu menolak menjawab.
Pria paruh baya itu bercerita, penjemputan dimulai sekitar pukul 16.00 WITA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/03082022_berita-populer.jpg)