Capres 2024
Duet Puan Maharani dan Prabowo Subianto Sulit Terwujud, Ini Alasan Politisi PKB
Duet Puan Maharani dan Prabowo Subianto sulit terwujud. Partai Gerindra telah menetapkan Prabowo sebagai calon presiden (capres).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/010922-puan-prabowo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Duet Puan Maharani dan Prabowo Subianto sulit terwujud. Partai Gerindra telah menetapkan Prabowo sebagai calon presiden (capres).
Sementara PDIP yang menjagokan Puan Maharani unggul dalam perolehan kursi parlemen (DPR RI). PDIP akan kukuh Puan Maharani sebagai capres.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda sulit kerja sama PDIP dan Gerindra untuk menduetkan Puan Maharani dan Prabowo.
Baca juga: Baliho Puan Maharani Ramai di Jalan Trans Sulawesi, Tren Naik Elektabilitas Capres PDIP
Menurut Ketua Komisi X DPR RI itu, kerja sama antara PDIP dan Gerindra sulit terwujud, lantaran perolehan suara Partai Gerindra dalam Pemilu 2019 lebih rendah ketimbang PDIP.
Sementara itu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ingin maju sebagai calon presiden (capres).
"Masih butuh diskusi panjang, saat yang sama Pak Prabowo ingin jadi capres, kalau yang logis ya mengajak partai menengah,” kata Huda ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (1/9/2022)
Di sisi lain, pihaknya mengusulkan agar partai papan atas termasuk PDIP membentuk poros koalisi Pilpres 2024 sendiri. Hal ini agar memunculkan banyak pilihan calon pemimpin di 2024.
"Partai-partai papan atas membikin blok koalisi sendiri, supaya kilometer nol Pilpres 2024 yang tidak ada incumbent ini kita bisa menyuguhkan banyak figur terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini," ucapnya.
Usulan Huda itu agar tidak terjadi polarisasi di Pilpres 2024 karena hanya dua pasang calon yang maju.
Dia menyebut masyarakat butuh disuguhkan alternatif calon pemimpin. "Kalau dua pasangan, potensi untuk terjadi polarisasi itu pasti akan kuat," pungkas Huda.
Duet Puan Maharani-Prabowo Kembali Berhembus
Isu duet Puan Maharani dan Prabowo maju Pilpres 2024 kembali berhembus kencang.
Ketua DPP PDIP Puan Maharani berencana menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pekan depan.
Duet Puan Maharani-Prabowo atau sebaliknya Prabowo-Puan Maharani sempat ramai sejak Prabowo masuk Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.
Baca juga: Anies Baswedan Dapat Tereliminasi dari Pilpres 2024: Puan Maharani, Prabowo dan Airlangga Aman
Wacana Puan Maharani sebagai calon presiden dan Prabowo menjadi calonwakil presiden cukup realistis jika melihat dari perolehan kursi Pemilu 2019 di DPR RI.
Berikut hasil Pemilu Legislatif 2019 diurutkan dari partai yang mendapat suara tertinggi.
1. PDI-P
Jumlah suara: 27.503.961 (19,33 persen)
Jumlah kursi: 128
2. Golkar
Jumlah suara: 17.229.789 (12,31 persen)
Jumlah kursi: 85
3. Gerindra
Jumlah suara: 17.596.839 (12,57 persen)
Jumlah kursi: 78
4. Nasdem
Jumlah suara: 12.661.792 (9,05 persen)
Jumlah kursi: 59
5. PKB
Jumlah suara: 13.570.970 (9,69 persen)
Jumlah kursi: 58
6. Demokrat
Jumlah suara: 10.876.057 (7,77 persen)
Jumlah kursi: 54
7. PKS
Jumlah suara: 11.493.663 (8,21 persen)
Jumlah kursi: 50
8. PAN
Jumlah suara: 9.572.623 (6,84 persen)
Jumlah kursi: 44
9. PPP
Jumlah suara: 6.323.147 (4,52 persen)
Jumlah kursi: 19
Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Desmond J Mahesa memberikan tanggapan soal isu duet antara Puan Maharani dan Prabowo.
Baca juga: Sinyal Kuat dari Jokowi, Puan Maharani Masuk Bursa Capres PAN
Ia menyebut duet itu bisa saja terjadi. Namun, tentunya harus dibicarakan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang sudah berkoalisi dengan Gerindra.
"Semua ada kemungkinan, tapi juga harus dibicarakan dengan Pak Muhaimin. Gerindra tidak pernah ninggal orang," ucapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2022).
Desmond menjelaskan pertemuan dengan Puan Maharani merupakan hal yang biasa dilakukan seperti ketika Prabowo mengunjungi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Puan Maharani bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
"Itu sih biasa, pertemuan biasa, Puan ketemu Surya Paloh, Puan ketemu Airlangga, juga akan ketemu Pak Prabowo tinggal outputnya apa. Politik itu kan outputnya, bukan pertemuannya," ujarnya.
DPP Partai Gerindra segera menggelar pertemuan dengan PDIP.
Hal itu disampaikan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
"Insyaallah dalam waktu dekat silahturahmi antara Partai Gerindra dan PDIP akan berlangsung," ungkap Wakil Ketua DPR RI itu.
Baca juga: Kode Jokowi untuk Relawan: Puan Maharani, Prabowo dan Airlangga Kans Capres 2024
Dasco mengungkapkan, sebelumnya sudah diagendakan bertemu dengan DPP PDIP yang dipimpin Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Namun pertemuan itu urung dilaksanakan lantaran ada halangan. Terkait pertemuan nantinya Dasco memastikan bakal menginfokan kepada awak media.
"Iya waktu itu ada halangan, sehingga kemudian belum jadi," ujarnya.
“Mengenai kapan kita update kepada wartawan. Saya belum tau pasti jadwalnya nanti kita infokan," kata Dasco.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wasekjen PKB Bicara Peluang PDIP Kerja Sama dengan Gerindra di Pilpres: Sulit Terwujud