Rabu, 4 Maret 2026

Capres 2024

Sinyal Kuat dari Jokowi, Puan Maharani Masuk Bursa Capres PAN

Ketua DPR RI Puan Maharani masuk radar calon presiden (capres) dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Sinyal Kuat dari Jokowi, Puan Maharani Masuk Bursa Capres PAN
TribunGorontalo.com
Baliho Puan Maharani di Jalan Trans Sulawesi antara Manado dan Gorontalo. Ketua DPR RI Puan Maharani masuk radar calon presiden (capres) dari Partai Amanat Nasional (PAN). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani masuk radar calon presiden (capres) dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Kader PAN menilai Puan Maharani layak diusung capres pada perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Nama Puan Maharani bersama sejumlah menteri dan ketua partai politik Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mencuat saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN di The Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Sabtu (27/8/2022). 

Satu poin penting dari rakernas ini, sebagaimana rakernas partai-partai politik besar lainnya, adalah soal persiapan menyambut Pemilu 2024.

Baca juga: Puan Maharani Minta Pertalite-Solar Tepat Sasaran, Wapres Sebut Opsi Naik Harga atau Dibatasi

Tak jauh berbeda dengan rakernas Partai Nasdem yang mengemukakan tiga nama kandidat capres yang diusung dalam Pemilu 2024, rakernas PAN setali tiga uang.

Malah, PAN mengobral tiket capres 2024 lebih banyak. Sedikitnya sembilan nama, yang diklaim berasal dari usulan kader-kader partai berlambang matahari itu di 34 provinsi, disebut dalam penutupan rakernas semalam.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan, nama-nama itu baru sebatas usulan yang muncul dalam rakernas PAN.

Rakernas kemarin diklaim belum memutuskan figur capres yang bakal mereka usung. “Pada saatnya tentu kami akan memutuskan, maka dari itu saudara-saudara percayakan pada ketum,” kata Zulhas dikutip dari kompas.com.

Sebagai informasi, akibat ambang batas pencalonan presiden 20 persen, PAN tidak dapat mengusung sendiri calon presidennya, melainkan harus berkoalisi dengan partai politik lain di parlemen.

Zulhas mengungkapkan, para kader PAN turut mengusulkan Ketua DPP PDIP Puan Maharani sebagai kandidat orang nomor 1 di Pemilu 2024.

Baca juga: Puan Maharani Temui Surya Paloh, Bendahara PDIP: Silaturahmi Ponakan dan Om

Kode Jokowi

Presiden Joko Widodo dinilai memberikan sinyal atau kode kuat mendukung Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai capres.

Puan Maharani digadang-gadang maju Pilpres 2024 oleh kader PDIP dan relawan di sejumlah daerah.

Konstelasi menguatnya nama Puan Maharani sebagai capres PDIP makin ramai dengan pernyataan Jokowi di hadapan relawan.

Poinnya, Jokowi mengingatkan menjadi capres bukan hanya urusan elektabilitas. Capres itu diusung oleh partai politik. Meski elektabilitas tinggi kalau tidak disukai parpol tak mungkin jadi capres.

Dari tiga kandidat capres yang punya elektabilitas moncer, hanya Prabowo Subianto yang kans kuat jadi capres. Prabowo telah diusung Partai Gerindra, meski Gerindra butuh koalisi dengan partai lain.

Sedangkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan tidak punya parpol. Kendati punya elektabilitas tinggi, Ganjar dan Anies belum tentu diusung koalisi parpol.

Baca juga: Nasdem Buka Peluang Duet Puan Maharani-Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Selain Prabowo, Puan Maharani punya peluang besar jadi capres. Apalagi PDIP satu-satunya parpol yang dapat mengusung sendiri capres. PDIP memenuhi presidential threshold (ambang batas mengusung presiden) di atas 20 persen kursi parlemen (DPR).

Pengamat politik dari Voxpol Center Reseach & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai pernyataan Jokowi bahwa untuk menjadi capres tidak cuma bermodalkan elektabilitas adalah kode keras dan sinyal kuat yang bisa ditafsirkan sebagai dukungan kepada Puan Maharani.

Pangi mengatakan, ada beberapa alasan yang bisa menguatkan bahwa pernyataan Jokowi itu sebagai sinyal kuat memberikan dukungan kepada Puan Maharani.

"Pertama, PDIP sudah memberikan kode keras bahwa elektabilitas yang moncer atau tinggi tidak menjadi preferensi menentukan soal dukungan capres karena mungkin PDIP menyadari bahwa kebutuhan Indonesia tidak bisa hanya semata indikator elektabilitas," kata Pangi, Sabtu (27/8/2022).

Kedua, lanjut Pangi, apakah nanti PDIP konsisten atau ditaklukkan oleh kehendak dan realitas politik, diujung bakal mengusung yang mungkin elektabilitasnya tinggi, yang bakal menang?

Atau tetap konsisten mendukung capres yang mengakar di parpol, yang ideologis dan punya narasi kebangsaan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan ke depannya.

Baca juga: Elite PDIP Puan Maharani Temui Ketum Nasdem Surya Paloh, Kata Pengamat Politik soal Isu Capres

"Ketiga, apakah itu ditujukan ke Ganjar atau Puan, kita bisa menangkap pesan dan sinyal itu bahwa elektabilitas Puan tidak se moncer Ganjar, dan jangan lupa juga mungkin Jokowi memberikan kode sinyal bahwa Mas Ganjar jangan terlalu kepedean, terlalu confidance tinggi sebab PDIP belum tentu mengusung capres yang elektabilitasnya moncer," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan relawan Bravo 5 untuk tidak buru-buru mendukung calon presiden (Capres) untuk Pilpres 2024.

Jokowi mengatakan prasyarat untuk menjadi Capres tidak cukup bermodalkan elektabilitas.

Tetapi harus didukung oleh partai politik (Parpol) atau gabungan parpol.

Kata dia, mereka yang saat ini memiliki elektabilitas tinggi sekalipunbelum tentu mendapatkan dukungan parpol.

"Belum tentu yang elektabilitasnya tinggi itu diajukan oleh partai atau gabungan partai, kalau mereka nggak mau, gimana?" ujar Jokowi kepada peserta Rapimnas relawan Bravo 5 di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (26/8/2022.

Jokowi menerangkan regulasi memang mengatur yang dapat mengajukan Capres adalah parpol atau gabungan parpol.

"Di konstitusi, kita di undang-undang kita, itu memang harus diusung oleh partai atau gabungan partai. Artinya apa, bapak ibu jangan mendukung kandidat itu sekarang, misalnya kita dukung pak Fachrul Razi, pertanyaan saya, yang mengajukan partai apa? mengajukan pak Luhut, pertanyaan saya, partainya apa yang mengajukan," kata Jokowi.

Karenanya, Jokowi meminta relawan Bravo 5 tidak buru-buru mendukung tokoh sebagai capres 2024.

"Sekali lagi ojo kesusu, tidak usah tergesa-gesa," katanya.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved